Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Unisma Ingin Jadi Rujukan PT NU se-Indonesia

Rabu 09 Oct 2019 20:20 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Agung Sasongko

UNISMA berhasil memecahkan rekor Muri atas terbentangnya bendera NU terbesar se-Indonesia, Ahad (22/10)

UNISMA berhasil memecahkan rekor Muri atas terbentangnya bendera NU terbesar se-Indonesia, Ahad (22/10)

Foto: Wilda Fizriyani/Republika
Guna menjadi rujukan, Unisma siapkan sejumlah strategi.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Profesor Masykuri memiliki impian agar kampusnya bisa menjadi rujukan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (NU) se-Indonesia. Tidak hanya dalam negeri, tapi juga hingga dunia. 

Untuk dapat mencapai target tersebut, Masykuri mengaku, telah menyiapkan sejumlah hal. Satu di antaranya berusaha mencetak dan menerjemahkan pemikiran para pakar di kampus. Kampus juga akan terus melakukan kajian sehingga dapat memperkaya keilmuan klasik.

"Lalu kita jadikan itu semua sebagai bahan di pusat library. Dan yang pasti ikhtiar kita banyak," jelas Masykuri kepada wartawan di Unisma, Rabu (9/10).

Sebagai langkah awal, Masykuri menerangkan pihaknya kini tengah menyusun enam buku keagamaan. Sebagian buku dijadwalkan akan diluncurkan pada peringatan Hari Santri. Kemudian buku lainnya diperkirakan pada November mendatang.

Dengan adanya buku-buku keagamaan tersebut, Masykur berharap, Unisma bisa memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. "Sehingga menjadi rujukan dosen NU se-Indonesia," jelasnya.

Unisma sendiri saat ini menjadi tuan rumah dalam Kongres Nasional Aliansi Dosen Nahada - NU (ADN). Kegiatan ini mengumpulkan sejumlah dosen NU se-Indonesia dan para rektor serta perwakilannya. Di kegiatan tersebut, para anggota ADN juga telah menyampaikan sejumlah pernyataan sikap untuk bangsa dan agama. 

Lebih detail, poin pertama berisikan kesiapan dosen NU untuk menjaga keutuhan NKRI. Selanjutnya, akan ikut berjuang bersama para ulama dalam menjunjung tinggi Islam Aswaja (Ahlussunah wali Jamaah). Ketiga, mendidik masyarakat akan senantiasa berpikir dan bersikap moderat dalam Islam.

Para dosen NU juga siap menyebarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Terakhir, akan memberikan kontribusi aktif dalam pembangunan nasional melalui tri dharma Perguruan Tinggi (PT). 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA