Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Krisis Air Bersih di Kabupaten Lebak Meluas

Rabu 09 Okt 2019 00:47 WIB

Red: Nur Aini

Krisis air bersih (ilustrasi)

Krisis air bersih (ilustrasi)

Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Krisis air bersih di Kabupaten Lebak meluas ke 18 kecamatan.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten menyebutkan krisis air bersih terus meluas hingga di 18 kecamatan akibat kemarau panjang.

Baca Juga

"Kita hampir setiap hari menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang dilanda kekeringan," Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebak, Madias saat dihubungi di Lebak, Selasa (8/10).

BPBD Lebak menetapkan status siaga kekeringan menyusul di 18 kecamatan terjadi krisis air bersih. Krisis air bersih tersebut karena masyarakat belum terlayani pelayanan PDAM, sehingga mereka memanfaatkan sumur timba, jetpump, dan sumber mata air. Namun, saat ini kondisi kemarau mengakibatkan debit air bawah tanah mengalami kekeringan.

"Semua warga yang dilanda krisis air bersih di 18 kecamatan didistribusikan bantuan air bersih setelah mereka mengajukan permohonan ke BPBD dengan diketahui camat dan kepala desa setempat," ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, ke-18 kecamatan yang dilanda krisis air bersih antara lain Kecamatan Sajira, Cipanas, Maja, Curugbitung, Warunggunung, Cimarga, Bojongmanik, Leuwidamar, Cirinten, Cijaku, Gunungkencana, Banjarsari, Panggarangan, Bayah, Cilograng, Wanasalam, Cigemblong, dan Cijaku.

Petugas BPBD saat ini mendistribusikan air bersih di sejumlah Kecamatan Banjarsari sesuai permintaan warga setempat. BPBD mengerahkan pendistribusian sebanyak dua kendaraan tangki sebanyak 12 ribu liter.

Pendistribusian air bersih berjalan lancar karena melibatkan aparat desa setempat.

"Kami menilai kemarau tahun 2019 masuk kategori terparah karena berlangsung sejak Juni sampai saat ini masih dilanda kekeringan," katanya menjelaskan.

Sejumlah warga Desa Banjarsari Kabupaten Lebak mengatakan bahwa masyarakat merasa terbantu adanya pendistribusian air bersih yang dilakukan BPBD setempat sehingga bisa memenuhi untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

"Kami berharap pemerintah daerah ke depan semua warga di sini terlayani pelayanan PDAM, sehingga jika kemarau tidak terjadi krisis air bersih," kata Maksun, warga Desa Banjarsari Kabupaten Lebak.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA