Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Ustaz Bernard Diperiksa tak Didampingi Kuasa Hukum Keluarga

Kamis 10 Oct 2019 06:57 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andi Nur Aminah

Ustaz Bernard Abdul Jabbar

Ustaz Bernard Abdul Jabbar

Foto: Republika/Muhyiddin
Bernard hanya didampingi pengacara dari LBH yang ditunjuk pihak kepolisian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Penasihat Hukum PA 212 Abdullah Alkatiri mengakui pemeriksaan terhadap Ustaz Bernard Abdul Jabbar oleh penyidik tanpa pendampingan kuasa hukum yang ditunjuk keluarga. Beberapa jam setelah penangkapan, dia dihubungi oleh istri Bernard untuk memberikan pendampingan.

Baca Juga

Namun, lanjut Alkatri, sesampainya di Polda Metro Jaya, dia hanya disuruh menunggu hingga akhirnya Bernard ditetapkan sebagai tersangka. “Kami sebagai kuasa hukum keluarga disuruh menunggu. Kami sabar menunggu, sampai pukul empat sore dapat kabar, (Bernard) sudah diperiksa,” tutur Alkatiri, di Jakarta Timur, Rabu (9/10).

Menurut Alkatiri, saat diperiksa oleh penyidik, Bernard didampingi oleh pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang ditunjuk oleh pihak kepolisian. Oleh karena itu ia merasa aneh, mengingat dia sudah melapor sebagai kuasa hukum yang ditunjuk keluarga. Hingga saat ini, Alkatiri belum mengetahui siapa pengacara yang mendampingi Bernard ketika diperiksa. “Saya kira kalau dilihat dari kode etik itu pelanggaran. Karena sudah ada kuasa hukum yang ditunjuk,” keluh Alkatiri.

Selain itu, Alkatiri juga mencium aroma kejanggalan dalam penangkapan Bernard oleh pihak kepolisian. Ia menilai penangkapan tersebut sebuah pelanggaran, karena tersangka ditangkap di jalan tol, bahkan depan anak istrinya. Sementara tuduhan ke Bernard hanyalah pidana biasa bukan extraordinary crime, terorisme, narkoba, atau korupsi dan ketika itu masih sebagai saksi pula.

“Menurut saya penangkapan itu harusnya dilakukan terhadap tersangka, bukan saksi. Laporan saja belum ada. Inilah dilema penegakan hukum kita, rata-rata begitu,” ucap Alkatiri.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA