Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Polisi Diminta Usut Kasus Penabrakan Mahasiswa Usai Demo

Ahad 29 Sep 2019 09:23 WIB

Red: Budi Raharjo

demo mahasiswa. (ilustrasi)

demo mahasiswa. (ilustrasi)

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Mahasiswa Fakultas Hukum itu sudah mulai membaik setelah sempat kritis.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Universitas Bosowa (Unibos) meminta kepolisian agar mengusut tuntas kasus penabrakan mahasiswanya, Diki Wahyudi, yang ditabrak mobil barracuda seusai unjuk rasa di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, dini hari kemarin.

"Kami dorong polisi untuk menyelidiki kasus ini secara hukum dan tuntas," kata Rektor Universitas Bosowa Saleh Pallu saat dikonfirmasi Republika, Sabtu (28/9).

Saleh mengatakan, perwakilan kepolisian sudah menemui Diki yang kini masih dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina. Setelah menjalani operasi, Diki dijenguk Kapolda Makassar Irjen Pol Mas Guntur Laupe. Saleh menyatakan, kapolda pun sudah menyanggupi permintaan pihak kampus untuk mengusut tuntas insiden tersebut. "Kapolda sudah siap," ujar Saleh menambahkan.

Diki diketahui sempat mengalami luka cukup intensif sehingga harus menjalani operasi di Rumah Sakit Ibnu Sina. Menurut Saleh, mahasiswa Fakultas Hukum itu sudah mulai membaik setelah sempat kritis. Saleh bersama jajaran Rektorat Unbos dan Dekanat Fakultas Hukum telah menjenguk Diki. "Kami sudah besuk, sudah bisa bicara, hanya kakinya habis operasi," kata dia.

Saleh menjelaskan, kejadian itu terjadi tepat setelah Diki usai menggelar aksi bersama mahasiswa Unibos lainnya di gedung DPRD. Saleh menyebut, Diki terpisah dengan rombongan lainnya. "Setelah mahasiwa Unibos pulang dari DPR membawakan aspirasi, semuanya pulang ke rumahnya. Namun, si korban ketemu rombongan mahasiswa lain pulang kampusnya (jauh dari kampus Unibos atau depan Mall Nipah)," kata Saleh.

"Tiba-tiba polisi menyerang mahasiswa, maka si korban mungkin tidak sempat lari sehingga tertabrak mobil barracuda," kata Saleh.

Keterangan versi kepolisian, kejadian itu bermula saat mahasiswa melakukan pengadangan di Gedung Finisi UNM Pettarani Makassar terhadap rombongan Konvoi Satuan Sabhara Resor Gowa yang baru pulang dari BKO Polrestabes Flyover Makassar.

"Kami diadang oleh sekelompok mahasiswa dan langsung melempari kami dengan batu dan bom molotov," ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Dicky Sondani.

Setelah itu, polisi mengambil flashball di mobil boks dan menembak mahasiswa dengan gas air mata. Polisi kembali ke Mako Polres Gowa dengan mobil patroli. Video tertabraknya mahasiswa tersebut beredar di media sosial.

Sekelompok mahasiswa tampak berlari-lari di antara kepulan asap di jalan raya. Kemudian, dari arah belakang mereka berlari, sebuah barracuda tampak melewati seorang pria yang terjatuh. N arif satrio nugroho, ed: a syalaby ichsan

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA