Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Penyintas Rusuh Wamena Tiba di Garut

Kamis 10 Oct 2019 10:34 WIB

Rep: Bayu Adji/ Red: Teguh Firmansyah

Sebanyak 18 warga Kabupaten Garut, penyintas kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, tiba di kampung halamannya, Rabu (9/12) malam. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Bupati Garut Helmi Budiman di Kantor Bupati, Kabupaten Garut.

Sebanyak 18 warga Kabupaten Garut, penyintas kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, tiba di kampung halamannya, Rabu (9/12) malam. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Bupati Garut Helmi Budiman di Kantor Bupati, Kabupaten Garut.

Foto: Bayu Adji P/REPUBLIKA
Penyintas dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Sebanyak 18 penyintas kerusuhan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, tiba di kampung halamannya, Kabupaten Garut pada Rabu (9/10) malam. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Garut Helmi Budiman di Kantor Bupati Garut.

Setibanya di Kantor Bupati Garut pada pukul 23.00 WIB, para penyintas itu langsung diperiksa kondisi kesehatannya oleh tim medis yang telah siaga. Setelah itu, para penyintas tersebut mendapatkan arahan dari Wabup, Kapolres, dan Dandim Garut, sebelum akhirnya dititipkan kepada para camat yang siap mengatar para penyintas itu ke rumahnya masing-masing.

Helmi mengatakan, pemulangan warga Garut yang berada di Papua dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) yang bekerja sama dengan Baznas. Kondisi yang belum stabil dan permintaan warga untuk kembali, membuat pemprov mengambil langkah untuk memulangkan 71 warga Jabar yang berada di Papua. Sebanyak 18 orang di antaranya merupakan warga Kabupaten Garut.

"Memang di sana banyak warga kita (Garut) yang dagang," kata dia, Rabu (9/10) malam.

Menurut dia, secara fisik seluruh warganya yang dipulangkan dari Papua tak mengalami masalah. Namun secara psikis, kata dia, terlihat ada perbedaan dari raut wajah para penyintas itu. "Ada sedih, gembira, haru. Tentu ini gembira sudah sampai di sini, tapi ada kesedihan akan kejadian di sana," kata dia.

Ia mengatakan, para penyintas yang berasal dari lima kecamatan di Kabupaten Garut itu akan langsung dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Pasalnya, selama ini keluarga khawatir akan keadaan mereka di Papua.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan melakukan pemeriksaan lanjutan kepada para penyintas, terutama kondisi psikis. Helmi menegaskan, pihaknya telah menyiapkan tim untuk melakukan trauma healing untuk memulihkan kondisi psikis para penyintas.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, ketika menjalani pemeriksaan kesehatan, beberapa penyintas mengeluh pusing kepada tenaga medis. Mereka langsung diperiksa tekanan darah dan tensinya. Setelah itu diberikan obat sementara.

Secara kasatmata, masih nampak raut wajah murung para penyintas. Kerusuhan yang terjadi di Wamena tentu masih membekas dalam ingatan mereka.



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA