Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Penusukan Wiranto, Polri: Tidak Ada Istilah Kecolongan

Kamis 10 Okt 2019 16:06 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Muhammad Hafil

Menko Polhukam Wiranto digotong dari mobil menuju ruang UGD Menes Medical Center (MMC) sesaat setelah diserang di Alun-alun Menes usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Menko Polhukam Wiranto digotong dari mobil menuju ruang UGD Menes Medical Center (MMC) sesaat setelah diserang di Alun-alun Menes usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Foto: Antara/Weli Ayu Rejeki
Polri membantah pihaknya kecolongan terkait penusukan Wiranto.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Kordinator Bidang Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menjadi korban penusukan usai menghadiri acara di Pintu Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Saat sedang bersalaman dengan warga setempat, seorang laki-laki tidak dikenal menerobos barikade pengamanan dan berusaha menusuk Wiranto dengan senjata tajam.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo membantah bahwa pihak keamanan mengalami kecolongan akibat insiden tersebut. Menurut Dedi, interaksi antara pejabat publik dan masyarakat itu merupakan hal yang biasa. 

"Tidak ada istilah kecolongan, jadi interaksi antara pejabat publik dengan masyarakat seperti hal yang sudah terjadi seperti itu, bersalaman, disapa itu hal yang biasa," kata Dedi di Mabes Pori, Jakarta Selatan, Kamis (10/10).

Dedi menegaskan, pengawalan dan pengamanan terhadap Wiranto pun telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). "Untuk barikade Pengamanan tetap melekat, ada pamkatnya dekat dengan beliau, kemudian pamwal, juga sudah standar operasional prosedur untuk pengawalan dan pengamanan pejabat publik sudah ada pengawalan melekat yang menjadi protector-nya pejabat publik tersebut," jelas Dedi.

Seperti diketahui, Wiranto menjadi korban penusukan di Pintu Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10) sekitar pukul 11.55 WIB. Insiden itu terjadi saat Wiranto hendak kembali ke Jakarta usai meresmikan Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla'ul Anwar di Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Pandeglang. 

Kapolsek Menes, Kompol Daryanto yang saat kejadian sedang melakukan pengamanan juga terkena tusukan di bagian punggung. Sementara Wiranto mengalami luka tusuk di tubuh bagian depan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA