Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Isran Noor Sediakan Lahan Lebih untuk Ibu Kota Baru

Kamis 10 Oct 2019 20:00 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Muhammad Hafil

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor tiba di Kompleks Istana Kepresidenan jelang konferensi pers Presiden Joko Widodo terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor tiba di Kompleks Istana Kepresidenan jelang konferensi pers Presiden Joko Widodo terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Di kawasan ibu kota baru akan ada hutan lindung.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor memastikan untuk menyiapkan lahan lebih besar untuk pembangunan Ibu Kota Indonesia yang baru. Isran menuturkan hal tersebut dilaukan agar pembangunan yang dilakukan lebih mudah.

Baca Juga

"Ketika diumumkan 180 ribu hektare, gubernur menyiapkan 366 ribu hektare," kata Isran di Jakarta, Kamis (10/10).

Dia menuturkan perluasan lahan untuk Ibu Kota Indonesia yang baru dilakukan agar lebih mudah dalam mendesain. Khususnya dalam mendesain untuk transportasi di Kalimantan Timur.

"Kami lakukan ini karena ibu kota baru ini bukan hanya untuk satu sampai dua abad. Ini juga untuk simbol negara," tutur Isran.

Isran bahkan sangat mendukung konsep ibu kota baru yang akan dibangun di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartnegara. Sebab konsep yang akan dibangun bukan hanya sebagai green city,  namun forest city.

"Dipikran saya ibu kota baru akan kembali seperti zaman dulu. Orang sekarang kan suka kembali ke alam. Supaya ada buat jalan kaki, arena sejuk, hutan," ungkap Isran.

Isran menegaskan nantinya di kawasan ibu kota baru juga akan ada kawasan hutan lindung atau konservasi untuk orang utan. Dengan begitu, meski terdapat moderenisasi namun seperti berada di dalam hutan.

Dia bahkan menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo, ibu kota baru nantinya akan seperti negara. "Orang kalau masuk ke sana tidak bebas. Orang tidak gampang bermukim di kawasan itu," jelas Isran. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA