Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Ditawari Kembali ke Dortmund, Klopp: Apa Anda Sedang Mabuk?

Kamis 10 Oct 2019 18:28 WIB

Red: Bayu Hermawan

Jurgen Klopp

Jurgen Klopp

Foto: AP /Thanassis Stavrakis
Klopp mengungkapkan dirinya pernah diminta kembali menanggani Borussia Dortmund

REPUBLIKA.CO.ID. JAKARTA -- juergen klopp mengungkapkan dirinya pernah diminta kembali menanggani borussia dortmund pada musim panas 2018 lalu, tepat setelah liverpool dikalahkan Real Madrid di Final Liga Champions. Klopp mengaku saat itu dirinya di telepon langsung oleh CEO Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke.

"Saat saya berada di pesawat telepon saya berdering, dan Watzke yang menghubungi saya berkata "Juergen, anda harus kembali", saat itu saya langsung tertawa karena saya berpikir dia sedang bercanda," tulis Klopp dalam buku otobiografi Hans-Joachim Watzke 'Real Love: Hidup dengan BVB', seperti dikutip dari Liverpool Echo.

"Kemudian saya menjawab "Apa anda sedang mabuk", "bagaimana kau bisa mendapatkan ide bodoh itu, saya masih punya kontrak beberapa tahun lagi di Liverpool," jawab Klopp.

"Saat itu saya tidak tahu betapa seriusnya dia. Tapi kemudian saya menyadari dia benar-benar ingin saya menanggapi tawarannya," katanya.

Seperti diketahui, saat itu Borrusia Dortmund memang tengah mencari pelatih baru setelah Peter Bosz dan Peter Stoger, gagal mengangkat prestasi klub yang bermarkas di Signal Iduna Park itu. Klopp menghabiskan tujuh tahun menanggani klub asalRhine Utara, dan memenangkan dua gelar Bundesliga untuk Dortmund.

Dalam bukunya, CEO Dortmund Hans-Joachem Watzke mengaku dirinya sebenarnya sudah yakin Klopp bakal menolak tawarannya dan memilih tetap bersama Liverpool. Namun, dirinya tetap mencoba segala kemungkinan karena menurutnya Klopp adalah sosok yang tepat mengembalikan prestasi Dortmund.

"Saya tidak berharap Klopp mau menerima tawaran itu, tetapi saya juga tidak mau menyesal karena tidak mencoba membujuk Klopp kembali ke Dortmund," ujarnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA