Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Ngabalin Sebut Keadaan Wiranto Sudah Lebih Baik

Kamis 10 Okt 2019 18:42 WIB

Rep: Haura Hafizah/ Red: Muhammad Hafil

Kawasan rumah tersangka pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto di Desa Menes, Rt 04/01, Kampung Sawah, Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10).

Kawasan rumah tersangka pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto di Desa Menes, Rt 04/01, Kampung Sawah, Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10).

Foto: Republika/Alkhaledi Kurnialam
Wiranto sudah dipindahkan ke ruang recovery room.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, mengatakan, saat ini Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto sudah di ruang Recovery Room (RR). Sehingga sudah membaik daripada sebelumnya.

Baca Juga

"Saya selalu ada di sini dan saya berharap insyaallah akan selalu memberi informasi yang utuh kepada teman-teman wartawan. Ya, setelah operasi kemudian dipindahkan ke ruang RR dengan harapan situasi kritis itu akan segera selesai dan mohon doa dan dukungannya dari masyarakat," katanya kepada wartawan di RSPAD, Jalan Abdul Rahman Saleh Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (10/10).

Kemudian, untuk penjelasan tentang lukanya dokter Terawan yang menangani Wiranto akan menjelaskan lebih lanjut. Nanti akan di cek lagi untuk mengadakan konferensi pers kepada wartawan. Saat ini Wiranto butuh doa dan dukungan bagi seluruh masyarakat karena ini peristiwa pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia.

"Ada pejabat negara pemerintah Menkopolhukam diserang dengan cara brutal, diserang dengan cara biadab. Diserang dengan cara tidak punya prikemanusiaan sama sekali jauh dari ajaran islam yang damai dan islam yang santun," kata dia.

Ngabalin menambahkan islam mengajarkan dengan kedamaian dengan saling menghormati. Ini adalah satu perbuatan biadab dan tidak punya prikemanusiaan untuk dan atas nama menjalankan tugas negara memenuhi undangan masyarakat.

"Hari ini bisa terjadi pada Pak Wiranto dan tidak mustahil besok akan terjadi pada orang lain, pejabat yang lain, karena itu tidak ada cara lain yang dilakukan, Pak Presiden untuk menyebutkan harus ditindak tegas dan dicari setuntasnya. Atas nama pemerintah saya meminta dukungan masyarakat ya," ujar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA