Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Akademisi: Hari Kesehatan Jiwa Momentum Tingkatkan Perhatian

Kamis 10 Oct 2019 21:22 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Hari Kesehatan Jiwa momentum tepat untuk meningkatkan perhatian kesehatan mental.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Peringatan Hari Kesehatan Jiwa yang diperingati setiap 10 Oktober merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan perhatian terhadap permasalahan kesehatan mental di Indonesia. Hal itu diungkapkan kata akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman Diyah Woro Dwi, di Purwokerto, Kamis (10/10).

Dosen psikologi kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman tersebut mengatakan perhatian terhadap permasalahan kesehatan mental masih perlu ditingkatkan terutama karena masih adanya stigma atau label negatif di masyarakat mengenai individu dengan permasalahan mental.

"Sebagai contoh keengganan untuk berkonsultasi ke psikolog atau psikiater karena kekhawatiran akan adanya label negatif dari masyarakat," katanya.

Pengajar di Departemen Bioetik dan Humaniora Fakultas Kedokteran Unsoed tersebut juga menambahkan individu dengan gangguan kesehatan mental membutuhkan banyak dukungan.

"Risiko individu dengan gangguan kesehatan mental adalah dijauhi dan terbatas kegiatannya di masyarakat. Ini merupakan hal yang masih menjadi tantangan dalam penanganan individu dengan gangguan mental hingga saat ini," katanya.

Karena itu, kata dia, perlu peran pemerintah dan seluruh masyarakat dalam membangun perhatian pada permasalahan kesehatan mental.

"Fokus pemerintah pada saat ini seyogyanya bisa lebih perhatian dalam mencegah munculnya berbagai gangguan kesehatan mental dan bagaimana menghilangkan stigma di masyarakat terkait gangguan mental demi peningkatan derajat kesehatan mental masyarakat Indonesia," katanya.

Sementara itu, masalah kesehatan jiwa kini menjadi salah satu program prioritas Kemenkes dan sudah dimasukkan sebagai indikator keluarga sehat oleh pemerintah.

Hal itu disebabkan, salah satunya, terjadi tren kenaikan masalah kejiwaan dengan prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk di atas 15 tahun yang mencapai 9,8 persen atau naik dari enam persen pada 2013, demikian data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA