Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Gempa Maluku Hari Ini Akibatkan Satu Orang Meninggal Dunia

Kamis 10 Oct 2019 23:10 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi Gempa

Ilustrasi Gempa

Foto: Pixabay
Dua orang terluka akibat gempa Maluku.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Bencana gempa bumi dengan Magnitudo (M) 5,2 mengguncang Kota Ambon, Maluku pada Kamis (10/10) pukul 11.39 WIB. Akibatnya, satu jiwa meninggal dunia dan dua orang luka-luka.

Baca Juga

"Satu jiwa meninggal dunia di wilayah Passo dan dua orang luka-luka. Korban meninggal atas nama Vincent Ananto (15 tahun) dan korban luka-luka yaitu Vido Maitimu (21) dan Kristian (36)," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis (10/10).

Ia menambahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 57 gempa susulan termasuk gempa M 5,2 terjadi hingga Kamis (10/10) malam pukul 21.00 WIT. Pihaknya mengimbau masyarakat tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak benar. Sementara itu, dia melanjutkan, BMKG juga mengimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

 Agus menambahkan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa Pusat Pengendali Operasi BPBD Provinsi Maluku melaporkan beberapa kerusakan akibat gempat tersebut. Kerusakan rumah menjadi rusak berat setelah sebelumnya diguncang pada gempa 26 September 2019 lalu. Sebuah sekolah teridentifikasi rusak berat di wilayah Perumnas, Kota Ambon. 

 "Di samping itu kerusakan juga terdapat di gedung musik Passo, Kecamatan Teluk Ambon, gedung IGD RKSD Nania dan sebuah pertokoan," ujarnya.

Ia menambahkan, kerusakan signifikan terjadi di beberapa titik karena guncangan dari pusat gempa dangkal dan di darat. Ia menambahkan, BMKG mengidentifikasi lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Di samping itu, BMKG juga merilis bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Ambon ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike slip fault). 

 Sebelumnya bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,2 mengguncang Kota Ambon, Kamis (10/10) siang. "Hari Kamis, 10 Oktober 2019 pukul 11.39.44 WIB, wilayah Kota Ambon diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,2," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis.

 

Dia menjelaskan, episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,57 LS dan 128,26 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 km arah Timur Laut Kota Ambon, Propinsi Maluku pada kedalaman 10 kilometer (km). N Rr 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA