Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Jokowi Tetap Mau Swafoto dengan Warga

Jumat 11 Okt 2019 14:00 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Presiden Joko Widodo melayani ajakan swafoto warga saat meninjau Pasar Onan Baru di Samosir, Sumut (ilustrasi)

Presiden Joko Widodo melayani ajakan swafoto warga saat meninjau Pasar Onan Baru di Samosir, Sumut (ilustrasi)

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Namun meminta personel pengamanan, terutama Paspampres lebih meningkatkan kewaspadaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden joko widodo mengatakan akan tetap melakukan swafoto dengan masyarakat meskipun ada kejadian penusukan terhadap Menko Polhukam wiranto saat kunjungan di Pandeglang, Banten. "Masihlah selfi aja, enggak apa-apa," kata Presiden Jokowi kepada wartawan saat menerima perwakilan siswa SD asal Papua di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (11/10).

Baca Juga

Namun Presiden Jokowi meminta personel pengamanan, terutama Paspampres lebih meningkatkan kewaspadaan. "Akan biasa saja, tetap seperti biasa, kewaspadaan Paspampres akan lebih ditingkatkan," tegas Jokowi.

Sebelumnya Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan bahwa Presiden Jokowi meminta pengamanan terhadap pejabat negara ditingkatkan untuk menyikapi insiden penusukan yang menimpa Menkopolhukam Wiranto. "Ketika kejadian, kebetulan saya sedang dengan Presiden dan Pak Mensesneg. Presiden langsung memberikan arahan," katanya, usai menjenguk Wiranto, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10) malam.

Arahan yang disampaikan Presiden Jokowi adalah bahwa semua pejabat dalam kondisi seperti ini untuk memberlakukan pengamanan dasar. Di era Presiden Jokowi sekarang, diakui politikus PDI Perjuangan itu, banyak pejabat setingkat menteri dan sebagainya yang tidak mau mendapatkan pengawalan untuk pengamanannya.

"Karena sekarang ini di era Pak Jokowi, banyak para pejabat menteri dan sebagainya tidak mau dikawal, enggak mau pakai pengawalan," katanya pula.

Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto menunjukkan bahwa ancaman terhadap keselamatan pejabat negara itu riil dan telah dipersiapkan. "Apa yang terjadi di Pandeglang memperlihatkan bahwa sel-sel jaringan itu ada, sehingga Presiden telah meminta kepada kita, Setneg dan Seskab untuk segera mengoordinasikan pengamanan terhadap pejabat negara," katanya.

Kendati pengamanan ditingkatkan, Pramono mengatakan tidak perlu berlebihan. Melainkan sebagai bentuk kewaspadaan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA