Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

BNPB: Korban Bencana Indonesia Kedua Terbanyak di Dunia

Jumat 11 Oct 2019 14:44 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (kanan) mengunjungi pasien korban gempa yang dirawat di rumah sakit lapangan yang dibangun TNI di kompleks Kampus Universitas Darussalam, Desa Tulehu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Jumat (27/9/2019).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (kanan) mengunjungi pasien korban gempa yang dirawat di rumah sakit lapangan yang dibangun TNI di kompleks Kampus Universitas Darussalam, Desa Tulehu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Jumat (27/9/2019).

Foto: Antara/Izaac Mulyawan
Indonesia termasuk negara memiliki dengan risiko bencana terbesar di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( bnpb ) Letnan Jenderal Doni Monardo menyebutkan korban jiwa bencana alam dalam dua bulan terakhir di Indonesia nomor dua terbanyak di dunia. Dia menambahkan diperlukan kepedulian, kapasitas, dan kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk mengurangi risiko bencana .

"Dalam dua bulan tahun ini korban jiwa di negeri ini terbanyak di dunia, setelah Haiti," kata Doni saat membuka membuka Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2019 di Pangkalpinang, Jumat (11/10).

Ia mengatakan, tingginya korban jiwa akibat bencana di Indonesia karena banyak masyarakat yang belum memahami mitigasi bencana, sementara bencana alam khususnya tanah longsor selalu mengintai khususnya saat musim penghujan. Ia berharap, kegiatan PRB ini dapat menjadi aspirasi bagi semua pihak agar dapat mengurangi risiko dari berbagai bentuk bencana alam.

Menurut dia, Indonesia termasuk negara memiliki dengan risiko bencana terbesar di dunia. Indonesia memiliki 500 gunung berapi yang 127 diantaranya dalam kondisi aktif, ditambah lagi Indonesia memiliki 295 patahan lempengan di laut dan darat.

"Negeri kita termasuk paling subur di dunia, karena ada gunung apinya. Tetapi konsekuensinya memiliki risiko yang tinggi terhadap bencana," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA