Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Katarak Penyebab Kebutaan Tertinggi di Jatim

Jumat 11 Oct 2019 19:00 WIB

Red: Ani Nursalikah

Dokter melakukan persiapan sebelum operasi katarak.

Dokter melakukan persiapan sebelum operasi katarak.

Foto: Republika/ Wihdan
Angka kebutaan di Jawa Timur di atas rata-rata nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyatakan jumlah kebutaan di wilayahnya tergolong masih tinggi. Dia menambahkan, penyumbang tertinggi disebabkan penyakit katarak.

"Saat ini angka kebutaan di Jatim masih tinggi, masih di atas rata-rata nasional. Penyebab 80 persen kebutaan di Jatim karena katarak. Penyebabnya ini yang harus diatasi," ujar Gubernur Khofifah saat meninjau kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis di RSUD dr Soedono Kota Madiun dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-74 Provinsi Jatim, Jumat (11/10).

Menurut dia, layanan operasi katarak gratis sudah sering dilakukan. Namun, ia ingin target Jawa Timur bebas katarak lebih maksimal dan cepat terwujud.

"Kegiatan ini dalam rangkaian HUT ke-74 Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini seiring dengan program Komite Mata Daerah (Komatda) yang minggu depan akan dilantik. Kita berharap pada 2023, Jawa Timur sudah bebas katarak," kata Khofifah.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mencatat penderita katarak di Jawa Timur mencapai 400 ribu orang. Penyebabnya antara lain karena paparan ultraviolet atau penyakit diabetes, hipertensi, dan faktor lain.

Adapun dalam kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis tersebut targetnya adalah 60 pasien. Total penderita katarak di RSUD dr Soedono Madiun mencapai 500 pasien. Sesuai informasi, kegiatan operasi katarak gratis di Jatim akan dilakukan di 10 titik rumah sakit sehingga ditargetkan terdapat 5.000 pasien yang dioperasi katarak selama 2019.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA