Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Usai Jenguk, Fadel Muhammad Sebut Wiranto Tinggal Pemulihan

Sabtu 12 Okt 2019 11:09 WIB

Red: Nur Aini

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kanan) menunjukkan foto tersangka pelaku dan barang bukti penikaman Menko Polhukam Wiranto saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kanan) menunjukkan foto tersangka pelaku dan barang bukti penikaman Menko Polhukam Wiranto saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Wiranto disebut tidak lagi menerima tindakan khusus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menyebutkan Menko Polhukam Wiranto sudah tidak mendapatkan tindakan medis khusus seperti operasi lagi, hanya tinggal pemulihan.

Baca Juga

"Sudah tidak ada tindakan yang khusus, hanya tinggal menunggu recovery saja, mungkin sekitar dua minggu lagi," kata Fadel Muhammad usai membesuk Witanto, di Jakarta, Sabtu (12/10).

Saat dikunjungi, Fadel mengatakan, Wiranto sudah bisa mengobrol sedikit, Menko Polhukam tersebut sadar tetapi memang harus banyak istirahat. Hal itu, kata dia, karena Wiranto harus mendapatkan penanganan operasi di usus kira-kira sepanjang 40 centimeter dan juga mengeluarkan darah sebanyak 3,5 liter.

"Sudah bisa bilang halo, tapi saya lebih banyak bicara sama ibu, karena dokter sedang mengecek bapak," kata dia.

Sebelumnya, Fadel menyarankan agar empat pejabat negara harus mendapatkan pengamanan yang ketat pasca-penyerangan Wiranto. Selain Wiranto, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, serta Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere mesti diberlakukan pengamanan ketat.

"Pengamanan harus sangat ketat, jangan sampai ada yang menyusup dan melakukan itu," kata Fadel.

Seharusnya, Wiranto, Luhut Panjaitan, Budi Gunawan, dan Gories Mere menurut Fadel sudah mendapatkan pengamanan ketat pasca-Kapolri menyebutkan empat nama pejabat negara itu menjadi sasaran rencana pembunuhan.

"Jadi saya prihatin, apa yang sudah diingatkan oleh pak Kapolri berkali-kali tidak ditindaki pengamanannya," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA