Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Wiranto Masih Harus Jalani Pemulihan Selama Dua Pekan

Sabtu 12 Oct 2019 12:19 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Nidia Zuraya

Detik-detik saat pelaku hendak menyerang Menko Polhukam Wiranto.

Detik-detik saat pelaku hendak menyerang Menko Polhukam Wiranto.

Foto: istimewa/doc Polres Pandeglang
Ketum Partai Nasdem Surya Paloh dan Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menjenguk Wiranto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dikabarkan telah mampu berkomunikasi dengan beberapa orang yang menjenguknya pada hari ini, Sabtu (12/10). Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh usai menyambangi Wiranto di Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. 

"Beliau sudah bisa bicara dan bersemangat. Kita berhasil melewati bahaya ini. Sebagai sahabat lama, saya juga prihatin," ujar Surya Paloh kepada wartawan di RSPAD. 

Dia mengaku sudah kenal Wiranto selama puluhan tahun. Menurut Surya Paloh, Wiranto tampak senang saat dikunjungi.

"Perawatannya cepat dan didampingi keluarga dan tim dokter. Selain itu Pak Wiranto juga harus menjalani pemulihan selama dua pekan," lanjut Surya Paloh.

Selain Surya Paloh, Wakil Ketua MPR, Fadel Muhammad, juga menjenguk Wiranto. Fadel yang datang bersama istri, Hana Hasanah Fadel, mengungkapkan sempat berbincang dengan istri Wiranto. 

"Saya lama berbicara dengan istri Pak Wiranto. Bapak sudah dalam keadaan sadar dan ngobrol. Masih pemulihan karena ususnya bekas operasi 40 sentimeter," kata Fadel.

Sebelumnya diketahui, Menkopolhukam Wiranto dikabarkan mendapatkan serangan dari orang tak dikenal saat menghadiri sebuah acara di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Wiranto diduga diserang dengan senjata tajam. Pihak RS Berkah Pandegalang mengonfirmasi ada dua luka tusukan di bagian perut Wiranto.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA