Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Ganjar Kagum pada Inovasi Olahan Limbah di Kongres Sampah

Sabtu 12 Okt 2019 19:52 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kongres Sampah yang diinisiasi oleh Pemprov Jawa Tengah, resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Sabtu (12/10). Kongres yang akan berlangsung hingga Ahad (13/10) besok ini, diikuti tak kurang 1.500 peserta.

Kongres Sampah yang diinisiasi oleh Pemprov Jawa Tengah, resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Sabtu (12/10). Kongres yang akan berlangsung hingga Ahad (13/10) besok ini, diikuti tak kurang 1.500 peserta.

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Gubernur Ganjar kagum pada inovasi olahan limbah kelompok yang disebut Pampers Mania

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dibuat geleng kepala, saat mengunjungi stand Pampers Mania, di arena Kongres Sampah 2019, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/10) petang.

Satu hal yang membuat orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah ini kagum, siswa yang ada di stand tersebut mempresentasikan beberapa karyanya, yang dipajang di arena stand tersebut. "Ini apa, apa yang kalian pamerkan di sini?," kata gubernur. Salah satusiswa pun sigap menjawab, "Ini media tanam yang dibuat dari limbah pampers bekas," ungkap Dadang Prakosa, salah satu petugas stand.

Sejenak, mereka pun berdialog dengan gubernur di dalam stand berukuran 3 x 3 meter persegi tersebut. Hingga gubernur pun menjelaskan kepada awak media yang mengikutinya.

"Salah satu sampah yang sering dianggap momok adalah Pampers karena butuh waktu 100 tahun untuk bisa terurai. Tapi di Kongres Sampah ini, kelompok yang menamakan dirinya 'Pampers Mania' memamerkan inovasinya," kata Ganjar.

Bahkan fermentasi Pampers yang mereka lakukan juga bisa digunakan sebagai pupuk. "Ini keren, mereka sudah mempraktekannya," lanjut gubernur.

Dadang Prakoso, menjelaskan dengan fermentasi pampers tersebut tanaman hanya memerlukan disiram seminggu sekali. Karena Fermentasi Pampers tersebut mengandung senyawa yang mengikat cairan. 

"Untuk takaran, seperti halnya dengan pupuk tanaman lainnya, bisa secara kuantitas ditambah atau diberikan secara periodik," katanya di hadapan gubernur.

Fermentasi tersebut dibuat dari beberapa bahan dasar. Air kelapa sebanyak 2 liter ditambah gula 50 gram, probiotik 100 mili liter dan terasi 1 sendok teh. Untuk Pampers yang diambil adalah bagian gel yang ada di dalam Pampers.

Dadang mengatakan untuk membuat Fermentasi Pampers, campur seluruh bahan selama 24 jam. Kemudian masukkan Pampers. " setelah itu didiamkan maksimal 14 hari.

Proses fermentasi dilakukan dengan menutup rapat pampers bekas ini dan diberi selang untuk tanda fermentasi. "Agar bisa dijadikan pupuk harus ditambah dengan urine sapi," jelasnya. 

Sementara untuk Pampers yang telah dimasukkan sebagai bahan fermentasi bisa dijadikan media tanam dengan perbandingan 1 banding 4 dengan tanah. Dia menjelaskan fermentasi pampers tersebut merupakan hasil penelitiannya selama dua bulan. 

"Yang sudah kami uji selama tanaman bunga dan sayuran. Dan sangat efektif pertumbuhan maupun hasil dari tanamannya," tambah Dadang. 

Di acara Kongres Sampah tersebut memang dipamerkan puluhan inovasi pengolahan maupun pemanfaatan sampah. Selain Fermentasi Pampers tersebut juga dipamerkan bahan bakar dari sampah plastik, kotoran sapi dan Enceng Gondok.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan segala bentuk olahan dan pemanfaatan sampah tersebut sangat memberi manfaat, bukan hanya ekonomis tapi juga untuk lingkungan.

Ini karya anak bangsa yang luar biasa. Karena bisa mengurangi sekaligus memanfaatkan sampah menjadi bahan yang lebih berguna. Bukan hanya ekonomis tapi juga manfaat untuk lingkungan," kata Ganjar. 

Bahkan Ganjar yang keliling stand inovasi pengelolaan sampah tersebut membeli tas dari plastik dan sandal dari Enceng Gondok. Untuk Enceng Gondok memang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk beragam kerajinan.

Selain sandal ada juga topi, piring, keranjang, kursi lantai bahkan kotak jajanan. "Inilah manfaatnya, kita duduk bersama menyelesaikan persoalan sampah melalui kongres ini, agar kehidupan menjadi lebih baik," katanya.

Maka, lanjut gubernur, lingkungan menjadi terjaga, sampah terkelola. "Dan yang penting, semua bisa mempertanggungjawabkan sampah kita pada kehidupan di masa depan," tandas gubernur.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA