Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Politikus PKS Minta Wamena Ditangani dengan Cinta

Selasa 08 Oct 2019 19:43 WIB

Red: Ratna Puspita

Politisi PKS, Mardani Ali Sera

Politisi PKS, Mardani Ali Sera

Foto: Republika TV/Surya Dinata
Mardani juga menilai perlu ada pemekaran di Papua agar pelosok lebih tersentuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Mardani Ali Sera meminta pemerintah menangani dan menyelesaikan konflik horizontal di Wamena, Papua dengan cinta. Ia mengingatkan pemerintah tak hanya mengandalkan  penegakan hukum semata.

Baca Juga

"Pastikan cinta, cinta, dan cinta menjadi dasar dalam menangani konflik yang terjadi di Wamena," katanyasaat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/10).

Iameminta tidak ada pengerahan aparat yang sifatnya penegakan hukum yang "gebyah uyah" (menyamaratakan) dalam menangani konflik Wamena. "Penegakan hukum yang 'pukul rata' dikhawatirkan justru akan membuat situasi lebih memanas," katanya.

Menurut dia, operasi intelijen yang bersifat tertutup untuk meredam konflik yang terjadi di masyarakat harus lebih berperan ketimbang penegakan hukum secara terbuka. Selain itu, kata dia, tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat perlu didekati untuk meredam konflik.

Mardani juga mengusulkan kepada pemerintah memberi keistimewaan kepada Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat untuk membuat daerah otonomi baru, meskipun sedang ada moratorium pemekaran wilayah. "Menurut saya, lebih baik Papua dimekarkan menjadi dua provinsi, dan Papua Barat menjadi tiga provinsi agar pemerintah daerah bisa lebih menyentuh masyarakat di pelosok," katanya.

"Pemekaran daerah otonom baru juga harus diikuti dengan kebijakan-kebijakan yang bisa menjamin kesatupaduan masyarakat di Papua," kata Mardani.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA