Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Purwakarta Bentuk Tim Khusus Tangani Stunting

Ahad 13 Oct 2019 14:02 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Ani Nursalikah

Sejumlah warga mengikuti Kampanye Nasional Cegah Stunting.

Sejumlah warga mengikuti Kampanye Nasional Cegah Stunting.

Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Tujuh persen balita di Purwakarta tergolong stunting.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta membentuk tim khusus untuk menangani stunting. Tim Penanganan Anak Kerdil (TPAK) ini menjadi tim terpadu yang merupakan gabungan antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan Pemkab Purwakarta fokus ingin menuntaskan masalah stunting.  “Sekarang dibentuk ada sekitar delapan OPD yang jadi koordinatornya Bappeda untuk jadi Tim Penanganan Anak Kerdil (TPAK),” kata Anne, Ahad (13/10).

Anne menyebutkan saat ini ada sekitar tujuh persen dari jumlah balita di Purwakarta tergolong stunting. Data ini didapat dari 108 posyandu yang mendata berdasarkan penimbangan balita yang ada di Kabupaten Purwakarta.

Ia menuturkan data ini tidak jauh beda dengan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Daerah terbanyak angka stunting, yakni di Kecamatan Sukatani dan Wanayasa.

Oleh karenanya untuk mengatasi masalah stunting atau gagal tumbuh sesuai instruksi pusat dibentuk TPAK. “Kita bentuk sekarang, nantinya 2020 dengan program kegiatan dirancang anggaran khususnya,” ujarnya.

Ia mengatakan selama ini penanganan stunting dibawahi oleh program-program di Dinas Kesehatan. Berbagai program kesehatan diberikan menyasar pada balita hingga ibu hamil.

“Untuk vitamin anak digratiskan di puskesmas dan posyandu. Jadi anak-anak bisa mendapatkan vitamin tidak perlu lagi ke dokter,” kata dia.

Selain itu, untuk para remaja diberikan tablet penambah darah. Menurutnya tablet penambah darah ini mencegah agar remaja tidak mengalami anemia sehingga tumbuh menjadi calon ibu yang sehat.

“Kalau yang sudah (stunting) penanganannya dengan pemberian makanan bergizi. Mereka dikasih susu, telur, daging, ikan ke anak-anak Purwakarta yang terindikasi stunting,” tambahnya.

Bupati Anne menargetkan dengan adanya TPAK dapat menekan angka stunting di Kabupaten Purwakarta. Ia optimistis angka saat ini bisa turun hingga setengahnya dalam satu tahun TPAK fokus pada program penanganan stunting.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA