Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

16 Ribu Hektare Sawah di Jabar Alami Kekeringan

Ahad 13 Oct 2019 16:40 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi kekeringan.

Ilustrasi kekeringan.

Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Sebanyak 3.347 ha lahan di jabar mengalami puso.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Sekitar 16 ribu hektare sawah di jawa Barat mengalami kekeringan. Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jabar, optimistis kekeringan tak akan berpengaruh pada target produksi padi di Jabar.

Baca Juga

Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jabar, Hendi Jatnika, setiap tahun di Jabar selalu ada lahan sawah yang kekeringan. Dia optimistis tahun ini pun lahan yang mengalami kekeringan dan mengakibatkan puso di Jabar masih di bawah 5 persen.

"Angka terakhir Oktober ini, lahan yang puso 3.347 ha sedangkan yang terdampak kekeringan ada 16.696 ha," ujar Hendi kepada wartawan, Ahad (13/10).

Hendi menjelaskan, lahan sawah tersebut ada yang pusonya berat dan ringan. Luas tanam di Jabar sampai Oktober hingga Maret sekitar 1.988.000 ha. "Jadi presentasenya masih kecil dibawah ambang aman potensi produksi. Jabar angkanya aman karena ada juga yang produksinya 11 ton beras giling per ha," katanya.

Terkait produksi, pada 2019 ia berharap bisa mencapai tak kurang dari 11 juto ton beras. Bahkan, diharapkan bisa mendekati 12 juta.

"Tapi kalau melihat panen sekarang, saya optimisti produkai bisa 12 ton gabah kering panen bsa 8 ton gabah kering," katanya.

Saat ini, kata dia, lahan baru yang dikatakan kekeringan akibat kemarau sudah tak ada karena, memang petani sudah tak mungkin menanam. Saat ini,
yang kering justru akibat yang ditanam tahun lalu.

"Sekarang petani di Jabar masih banyak yang tanam dan tandur. Minggu kemarin di Cirebon, Ciparay walaupun musim kemarau tapi masih banyak yang panen karena memang masih ada airnya.

"Kami pun melakukan pendataan areal yang butuh dipompanisasi mana saja
Bantuan yang diberikan ke petami pipa dan seleang air.

Saat ini, kata dia di Kabupaten Cianjur masih ada yang menanam padahal kemarau. Walaupun memang mayoritas belum tanam. "Kan tahun tanam Oktober itu masuk musim tanam jadi kami berharap akhir Oktober atau November bisa ada yang tanam. Walaupun kata BMKG ga ada hujan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA