Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Pengamat: Parpol Harus Ikut Terjun Melawan Terorisme

Ahad 13 Oct 2019 07:43 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andri Saubani

Penangkapan tersangka tindak pidana terorisme (ilustrasi)

Penangkapan tersangka tindak pidana terorisme (ilustrasi)

Foto: republika
Selama ini hanya beberapa partai yang dinilai konsisten melawan terorisme.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens, meminta partai politik untuk ikut terjun melawan tindak terorime. Terlebih, partai politik yang mengandalkan agama sebagai alat mobilisasi politik.

"Saya lebih peduli mengkritisi peran partai politik dalam melawan terorisme ketimbang melihat tragedi yang menimpa Pak Wiranto ini dari aspek keamanan murni," kata Boni di Jakarta, Sabtu (12/10).

Ia mengatakan, partai yang masih mengandalkan simbol agama sebagai alat mobilisasi politik harus didorong untuk memiliki komitmen yang lebih besar dalam melawan terorisme. Menurutnya, selama ini, hanya beberapa partai yang konsisten dan tegas melawan terorisme seperti PDIP, PKB, termasuk Golkar.

"Partai lain harus lebih serius. Bagaimana caranya? Mulai dari rekrutmen calon kepala daerah atau calon wakil rakyat, harus ada screening ideologi supaya yang terpapar radikalisme tidak ikut masuk menguasai ruang kekuasaan," katanya.

Boni tidak ingin mencari siapa yang salah dalam peristiwa penyerangan terhadap Wiranto. Itu karena masalah yang ada saat ini sudah terlanjur besar dan serius. Untuk itu, solusi yang dalam melawan tindak terorisme amat diperlukan saat ini.

Ia kemudian mengapresiasi BIN, POLRI, dan TNI yang bekerja keras menjaga ideologi Pancasila dan NKRI. Ia mengatakan, pemetaan yang komprehensif soal kelompok radikal dan kelompok teroris telah dilaksanakan oleh BIN maupun POLRI.

"Yang menjadi perhatian saat ini dan ke depan adalah bagaimana mekanisme diseminasi informasi dan koordinasi antaragensi itu bisa terus berjalan optimal. Sehingga tidak ada ruang bagi pelaku teror untuk mendelegitimasi negara atau membunuh masyarakat melalui serangan-serangan kejut," jelas Boni.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA