Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Usai Prabowo dan SBY, Kini Giliran Zulkifli Bertemu Jokowi

Senin 14 Oct 2019 16:18 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan, pada pertemuan tertutup di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan, pada pertemuan tertutup di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Zulkifli menyebut pertemuan dengan Jokowi bahas tantangan Indonesia ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kehadiran Zulkifli di Istana pada Senin (14/10) ini, menyusul pertemuan yang sebelumnya telah dilakukan antara Jokowi dan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis (10/10) dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto pada Jumat.

Zulkifli sendiri tidak mau secara gambang membeberkan topik pembicaraan antara dirinya dengan Jokowi. Ia menyampaikan, pertemuan dengan Jokowi hanya membahas tantangan-tantangan Indonesia ke depan, termasuk isu pembicaraan mengenai amandemen UUD 1945 dan penghidupan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GHBN).

Selain itu, jelas Zulkifli, ia juga menyampaikan dukungan kepada Presiden Jokowi untuk membangun Indonesia. Ia menolak memberi penjelasan secara lugas dan tegas mengenai posisi PAN dalam pemerintahan Jokowi-Maruf Amin hingga 2024 mendatang.

"Enggak. Kita ngomong merah putih saja. Saya tahu diri, kalau itu hak penuh bapak presiden. Saya mendukung agar bapak presiden nanti sukses membangun Indonesia," jelas Zulkifli di Istana Merdeka, Senin (14/10).

Tak hanya itu, Zulkifli juga enggan menjelaskan detail mengenai posisi PAN dalam kabinet selanjutnya. Soal jatah menteri pun, Zulkifli menegaskan bahwa hal itu merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi.

Baca Juga

Wakil Ketua MPR ini juga mengutip pernyataan Ketum Gerindra Prabowo Subianto bahwa PAN tetap akan mendukung pemerintah membangun Indonesia meski posisinya berada di luar pemerintah.

"Kalau itu bukan hak kami. Ada atau tidak (jatah menteri), itu di luar. Kata Pak Prabowo ya, saya kutip, di luar (pemerintahan) tetap kami akan sukseskan," kata Zulkifli.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA