Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Selain Hipertensi dan Diabetes, Asma Juga Usik Warga Bandung

Selasa 15 Oct 2019 13:10 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Reiny Dwinanda

Penyakit asma (ilustrasi)

Penyakit asma (ilustrasi)

Foto: republika
Asma menduduki peringkat ketiga penyakit yang banyak diderita warga Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengungkapkan, asma menduduki peringkat ketiga penyakit yang membuat masyarakat Kota Bandung, Jawa Barat, mendatangi puskesmas. Sementara itu, peringkat pertama dan kedua diduduki oleh hipertensi dan diabetes.

"Pertama tertinggi hipertensi, kedua diabetes, dan ketiga asma dalam kunjungan masyarakat ke puskesmas," ujar Intan Anisa Fatmawati selaku kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Bandung, Selasa (15/10).

Menurut Intan, serangan asma umumnya dicetuskan oleh kondisi cuaca Kota Bandung yang dingin, asap rokok, dan polusi udara, termasuk asap kendaraan. Ia menyebutkan bahwa kondisi psikis orang yang tengah banyak pikiran juga dapat membuat asma kambuh.

Meski demikian, Intan mengungkapkan, jumlah penderita asma sejak Januari hingga September 2019 relatif turun menjadi 6.345 jiwa. Sementara itu, periode 2018 sejak Januari-Desember sebanyak 12.332 jiwa dengan angka kematian mencapai 127 kejadian.

Intan mengklaim, implementasi program "healty lung" turut berpengaruh terhadap menurunnya penderita asma. Sebab, petugas terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang penyakit asma.

"Pasien biasanya datang ke layanan (puskesmas) pas repot. Kami mengedukasi penderita  bahwa asma harus terkontrol, sebab ini penyakit kronis dan harus ada pemantauan seumur hidup. Ada orang asma, tapi tidak tahu dia asma," ungkapnya.

Intan mengungkapkan, dulu penderita asma yang berobat ke puskesmas hanya diperiksa dan diberi obat. Mereka kemudian kambuh lagi. Belakangan, pasien diberikan waktu untuk konseling dan edukasi.

"Dari obat tablet juga diarahkan pakai obat inhalasi atau kontrolernya. Untuk BPJS ada rujuk balik dokter. Di rumah sakit akan mengirim pasien ke puskesmas dengan catatan diberi obat dan ditangani oleh dokter," katanya.

Intan menjelaskan ada 20 puskesmas yang tersebar di Bandung yang melayani pasien asma. Puskesmas tersebut berlokasi di Sarijadi, Karang Setra, Sukajadi, Pasirkaliki, Garuda, Pagarsih, Citarip, Caringin, Kopo, Cimbeuleuit, Taman Sari, Puter, Pasirlayung, Ibrahim Adjie, Babakan Sari. Kemudian Cijagra Lama, Ujungberung Indah, Panghegar, Cipamokolan, dan Cempaka Arum.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA