Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Tarif LRT Bandung Rp 90 Ribu, Pemenang Tender Diputus

Selasa 15 Oct 2019 15:00 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Indira Rezkisari

Pekerja melihat proses pengangkatan kepala gerbong kereta layang ringan atau LRT ke atas rel di Stasiun Harjamukti, Depok, Jawa Barat, Ahad (13/10).

Pekerja melihat proses pengangkatan kepala gerbong kereta layang ringan atau LRT ke atas rel di Stasiun Harjamukti, Depok, Jawa Barat, Ahad (13/10).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tarif LRT Rp 90 ribu tidak disanggupi masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah merencanakan pembangunan transportasi masal proyek lintas rel terpadu (LRT). Meski sudah memiliki pemenang tender di koridor satu yang berasal dari Singapura, pihaknya berencana memutuskan pemenang tender tersebut.

Kepala Bidang Manajemen Tranportasi dan Parkir Perhubungan Kota Bandung, Asep Kurnia, mengatakan LRT akan dibangun tiga koridor. Saat ini, pemenang tender koridor satu dimenangkan oleh pihak perusahaan yang berasal dari Singapura. Namun, pihaknya berencana memutus pemenang lelang tersebut.

"Untuk koridor satu kan sudah ditender pemenangnya SMRT (Singapura). Tapi karena ada sesuatu hal mengenai tarifnya, kalau kajiannya 6.000 karena tidak ada bantuan dari pemerintah menjadi 90 ribu. Ini kan tidak layak untuk masyarakat," ujarnya, Selasa (15/10).

Menurut dia, pihaknya akan melakukan pemutusan (kerja) dengan pihak SMRT. Kemudian dilanjutkan pengkajian oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait feasibility study dan dilakukan tender ulang. Dirinya mengatakan rencana pemutusan tender masih dalam proses dan diperkirakan pekan depan akan dibahas bersama pemkot Bandung untuk membahas hal tersebut. Keputusannya diperkirakan akan terjadi pada tahun.

"Kemungkinan tahun depan (keputusannya) karena proses review itu membutuhkan waktu cukup lama," ungkapnya.

Sebelumnya, 2016 silam Wali Kota Bandung saat itu Ridwan Kamil mengatakan perusahaan SMRT dari Singapura telah ditetapkan sebagai pemenang lelang. Untuk tahap awal, SMRT akan membangun LRT Bandung koridor I rute Babakan Siliwangi - Leuwipanjang sepanjang 10,15 kilometer.‬

‪"Harapannya, saya ingin kebut agar proses konstruksi dimulai secepatnya 2017. Dia yang membuat dan mengoperasikan seluruh LRT di Singapura," ujar Ridwan Kamil.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA