Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Kontras Soroti Lapas Kelebihan Kapasitas

Rabu 16 Okt 2019 00:22 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Esthi Maharani

Koordinator KontraS Yati Andriyani (kedua kiri) bersama Direktur Imparsial Al Araf (kiri), Dewan Penyantun STH Indonesia Jentera Bivitri Susanti (tengah), Istri aktivis HAM Munir, Suciwati (kedua kanan) dan Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan soal 15 Tahun terbunuhnya aktivis HAM Munir di Kantor KontraS, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Koordinator KontraS Yati Andriyani (kedua kiri) bersama Direktur Imparsial Al Araf (kiri), Dewan Penyantun STH Indonesia Jentera Bivitri Susanti (tengah), Istri aktivis HAM Munir, Suciwati (kedua kanan) dan Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan soal 15 Tahun terbunuhnya aktivis HAM Munir di Kantor KontraS, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Foto: Antara/Reno Esnir
Semula satu sel hanya untuk empat orang lalu berubah menjadi 10 orang

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kontras telah melakukan penelitian kondisi lapas di sejumlah daerah. Kapasitas berlebih menjadi salah satu aspek yang disoroti Kontras, beberapa bulan lalu.

Periset Kontras, Fatia Maulidyanti mengatakan, saat ini Indonesia memiliki 473 lembaga permasyarakatan (lapas). Di ratusan lapas tersebut telah dihuni sekitar 261.294 warga binaan. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan pada 2013 yang hanya diisi 160.064 warga binaan.

"Ini sudah overcapacity dan overcrowded," kata Fatia di Gets Hotel, Kota Malang, Selasa (15/10).

Kondisi ini menyebabkan jumlah huni per sel penjara pun menumpuk. Semula hanya untuk empat orang lalu berubah menjadi 10 orang. Fatia tidak bisa membayangkan betapa sempit dan menumpuknya lapas.

"Terus ditambah lagi setiap orang itu makannya dijatah Rp 17 ribu untuk tiga kali makan. Belum lagi itu dibagi ratusan orang," tegasnya.

Lapas Klas 1 Lowokwaru Malang merupakan salah satu tempat yang dinilai telah over kapasitas. Hal ini pun diakui oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Lapas Klas 1 Lowokwaru Malang, Syukron Hamdani. "Lapas kita saat ini dihuni 3.104 orang dengan kapasitas 1.282 orang," terang Syukron.

Dari ribuan warga binaan, empat di antaranya merupakan terpidana mati. Sementara terpidana seumur hidup berjumlah sekitar 14 orang. "Ditambah 3.000 permasalahan ngumpul di kita, tentu juga banyak masalah yang harus kita selesaikan. Enggak hanya kita sendiri, tapi harus ada support dari luar untuk bantu kita bagaimana penanganan kasus tertentu agar mereka bisa tegar hidup selama di lapas," harap Syukron.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA