Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Polda Jabar Imbau tak Ada Demo Saat Pelantikan Presiden

Selasa 15 Okt 2019 17:45 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Rdwan/ Red: Andi Nur Aminah

Demonstrasi mahasiswa (ilustrasi)

Demonstrasi mahasiswa (ilustrasi)

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Unjuk rasa atau mengemukakan pendapat sudah diatur dan sah-sah saja.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Jajaran Polda Jawa Barat mengimbau agar tidak ada demo saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan KH Maruf Amin yang dijadwalkan Ahad 20 Oktober mendatang. Aparat mengajak masyarakat berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga

"Untuk sejauh ini mengimbau untuk tidak melakukan itu (demo saat pelantikan)," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan di Polrestabes Bandung, Selasa (14/10).

Sejauh ini, dia mengungkapkan unjuk rasa atau mengemukakan pendapat sudah diatur dan sah-sah saja. Namun katanya terdapat koridor yang berlaku pada undang-undang dan aturan lainnnya yang ada.

Secara geografis, ia mengungkapkan wilayah Jawa Barat merupakan pintu gerbang menuju Jakarta termasuk berbatasan langsung. Oleh karena itu, pihaknya melakukan langkah preentif dalam pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden.

"Imbauan dan edukasi kepada masyarakat untuk berperan dan berpartisipasi aktif menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Barat," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya secara rutin melakukan patroli termasuk bekerjasama dengan TNI. Kemudian melakukan kerja sama dalam upaya preentif seperti silaturahmi ke kalangan ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di Jabar.

"Pada hari H mengantisipasi hal-hal yang dapat menganggu kamtibmas dengan melakukan preentif, preventif dan penindakan hukum secara persuasif," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA