Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Demokrat Tanggapi Kembalinya Sandiaga ke Gerindra

Selasa 15 Oct 2019 20:03 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Sandi sempat mundur karena diusung sebagai cawapres bukan sebagai perwakilan partai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menanggapi terkait kembalinya Sandiaga Salahuddin Uno ke Partai Gerindra. Syarief menanggapi santai terkait hal itu.

"Saya pikir biasa-biasa saja ya. Itu haknya Pak Sandi untuk berkiprah di politik, saya pikir bagus dan ya sah-sah aja," kata Syarif di kediaman Wakil Presiden Ma'ruf terpilih, di Menteng, Jakarta, Selasa (15/10) malam.

Ia mengatakan, Demokrat mengaku tak kecewa dengan keputusan Sandi tersebut. Ia menambahkan kembalinya Sandiaga ke Gerindra tidak ada hubungannya dengan Demokrat. "Kita cuma waktu pilpres kita mendukung dia," ujarnya.

Ketika berlaga pada Pilpres 2019, Sandiaga mundur dari Gerindra lantaran maju bukan sebagai wakil partai. Usai pilpres, Sandiaga resmi kembali bergabung bersama Partai Gerindra.

Sandi kemungkinan besar akan kembali mengisi posisi Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Rencananya, ia juga akan hadir pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) partai yang digelar di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor.

"Kita juga akan menerima kembali Sandiaga Uno sebagai kader Gerindra dan kita akan memberikan tentu saja ucapan selamat datang," ujar Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/10).

Muzani menjelaskan, kembalinya Sandi ke Partai Gerindra merupakan hak darinya. Partai pimpinan Prabowo Subianto itu tak memaksa mantan Wakil Gubernur DKi Jakarta itu kembali menjadi kader.

"Dari awal Pak Sandi juga rasanya juga merasa dengan jalan perjuangannya dengan Gerindra sudah cocok, sehingga itulah jawaban kenapa kemudian beliau akan kita terima," ujar Muzani.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA