Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Sampah Warga Kota Lampung Capai 1.000 Ton per Hari

Selasa 15 Oct 2019 22:18 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Nora Azizah

Tumpukan sampah (Ilustrasi)

Tumpukan sampah (Ilustrasi)

Foto: Youtube
Timbunan sampah meningkat seiring bertumbuhnya jumlah penduduk.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Sampah warga Kota Bandar Lampung meningkat seiring dengan jumlah penduduknya. Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Bakung mencatat terjadi peningkatan jumlah volume sampah di kota tersebut.

Keterangan yang diperoleh di Unit Pelaksana Teknis UPT) TPA Bakung, Selasa (15/10), sampah yang diproduksi warga Kota Bandar Lampung terjadi peningkatan berkisar 10 persen dari sebelumnya. Biasanya, volume sampah yang dibuang ke TPA Bakung berkisar 800 hingga 900 ton per hari, beberapa pekan terakhir terakumulasi terjadi peningkatan mencapai 1.000 ton per hari.

“Kalau seribu ton per hari bisa sampai,” kata petugas UPT TPA Bakung Iwan, Selasa (15/10).

Menurut dia, meningkatnya jumlah volume sampah yang masuk TPA Bakung menyebabkan terjadi penumpukkan sampah di area TPA. TPA Bakung harus melakukan pembenahan dan penataan sampah, untuk mengantisipasi terjadinya longsor sampah yang berdampak pada pemukiman warga.

Berdasarkan hasil timbangan, peningkatan selama tahun ini volume sampah mencapai 1.000 ton per hari. Sebelumnya, timbangan hanya berkisar 850 ton – 900 ton per hari. Sampah-sampah warga kota diangkut mobil truk, pickup, dan juga amrol. Pembuangan sampah dari angkutan tersebut berlangsung dari Subuh sampai dini hari setiap hari.

Baca Juga

Iwan mengatakan, penataan kawasan TPA tersebut sudah sangat diperlukan agar tidak terjadi longsor pada musim hujan mendatang. Penataan kawasan sampah TPA Bakung diprioritaskan pada wilayah kanan dan tempat jurang. Kawasan tersebut sering dikeluhkan warga bila musim hujan.

TPA Bakung bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung untuk berpartisipasi melakukan penyemprotan agar bau yang menyengat dari sampah dan juga lalat berkurang, sehigga dampak warga sekitar tidak terganggu.

Warga terdekat TPA Bakung mengeluhkan terjadinya kebocoran sampah di kawasan tersebut. Saluran air sampah yang masuk ke pemukiman warga menyebabkan banyak sumur-sumur warga yang tercemar dari aliran sampah yang bocor tersebut. Air sumur warga banyak yang berubah, berbau, dan warnanya berubah, diduga tercemar dari aliran sampah yang bocor.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA