Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Sivitas Akademika Rusia Antusias Ikut Kuliah Mantan Menlu RI

Rabu 16 Oct 2019 02:10 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Mantan Menteri Luar Negeri - Hassan Wirajuda

Mantan Menteri Luar Negeri - Hassan Wirajuda

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Hassan Wirajuda berbicara di kampus MGIMO.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan menteri luar negeri RI Hassan Wirajuda menyampaikan ceramah di Universitas MGIMO di Moskow, Rusia, Selasa (15/10). Hassan menyampaikan mengenai  prinsip bebas dan aktif serta nilai-nilai demokrasi dapat diproyeksikan melalui kebijakan luar negeri RI.

Baca Juga

Dalam ceramah itu, dia juga menyampaikan mengenai peran Indonesia dalam pembentukan ASEAN Community, East Asia Summit, Interfaith dan Intercultural Dialogue pasca serangan teroris di New York dan Washington pada 11 September 2001. Hassan juga berbicara soal pemulihan dan rehabilitasi pasca Tsunami Aceh.

Ceramah Hassan Wirajuda berjudul 'Indonesia’s Foreign Policy in the 21st Century and the Prospects of Indonesia- Russia Relations' tersebut disampaikan di hadapan mahasiswa, think tank, akademisi, dan kalangan diplomatik pada kegiatan ASEAN Academic Days. Tampak hadir Dubes Vladimir Plotnikov, teman lama Menlu Hassan Wirajuda yang juga Dubes Rusia untuk Indonesia (2000-2004).

Mengenai pengembangan hubungan Indonesia- Russia, Hassan Wirajuda dan Direktur ASEAN Center MGIMO Dr. Victor Sumsky serta Alexey Drugov mantan penerjemah militer Uni Soviet yang pernah bertugas di Indonesia sepakat bahwa pencapaian kerjasama Indonesia dan Russia masih jauh dari potensi yang dimiliki. Untuk itu diperlukan diversifikasi dari koneksi kerjasama antar kedua negara serta Plan of Action berjangka waktu 5 tahun dengan target-target spesifik sebagai kelanjutan konkrit dari perjanjian kerjasama yang telah disepakati.

Hassan Wirajuda  mengakhiri kuliah umumnya dengan poin optimis bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik akan memberikan kesempatan kepada RI untuk memainkan peranan yang lebih besar di kawasan. Dia menyampaikan menurut proyeksi para ekonom, pada tahun 2025 Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-6 di dunia, dan akan naik ke peringkat ke-4 terbesar pada tahun 2050.

Para peserta ceramah terlihat antusias mengikuti paparan yang disampaikan.  Azis Nurwahyudi, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Moskow yang memimpin jajarannya mengikuti kuliah umum tersebut mengaku mendapatkan manfaat dan inspirasi untuk memperkaya aktifitas diplomasi dengan Rusia.

“Saya yakin, mahasiswa dan seluruh peserta tadi membawa pulang ilmu pengetahuan yang kaya mengenai kebijakan politik Indonesia," ucap Azis.

Perhelatan ASEAN Academic Days dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran para professional muda, mahasiswa serta institusi pendidikan dan lembaga think tank setempat tentang perkembangan dalam berbagai bidang di kawasan Asia Tenggara dan kemitraannya dengan Rusia. Selama periode 7 – 23 Oktober 2019, selain Wirajuda, MGIMO mengundang akademisi terkemuka dari kawasan ASEAN untuk menjadi pembicara.
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA