Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Aisyiyah akan Gelar Pink Day di Kabupaten Bantaeng

Rabu 16 Oct 2019 17:11 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Gita Amanda

Kanker Payudara.

Kanker Payudara.

Foto: The Indian Express
Aisyiyah akan memberikan layanan pemeriksaan atau deteksi dini kanker payudara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah akan menggelar Pink Day atau peringatan bulan peduli kanker payudara dan serviks di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan pada 20 Oktober 2019. Kegiatan tersebut akan dihadiri sekitar 1.500 peserta yang akan mendapatkan edukasi tentang kanker payudara dan serviks. 

Sekretaris PP Aisyiyah, Tri Hastuti menyampaikan, Aisyiyah akan memberikan edukasi kepada masyarakat pada momen peringatan bulan peduli kanker payudara dan serviks di Kabupaten Bantaeng. Aisyiyah juga akan meluncurkan program paliatif care dan buku panduan paliatif care pada momen Pink Day 2019.

"Selain itu, Aisyiyah akan memberikan layanan pemeriksaan atau deteksi dini kanker payudara dan servikis bagi masyarakat yang memenuhi syarat," kata Tri saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (16/10).

Ia menyampaikan, masyarakat yang memenuhi syarat di momen Pink Day nanti bisa mendapat layanan deteksi dini kanker payudara dan serviks. Melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), Pap Smears, dan periksa payudara klinis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Tri menyampaikan bahwa memberikan edukasi ke masyarakat sangat penting agar mereka bersedia melakukan pemeriksaan atau deteksi dini kanker payudara dan serviks. Sebab banyak kasus kanker payudara dan serviks diketahui setelah mencapai stadium lanjut atau stadium tiga dan empat. Itu terjadi karena banyak masyarakat yang belum paham pentingnya melakukan deteksi dini kanker payudara dan serviks.

"Kalau sudah mencapai stadium lanjut, kanker payudara dan serviks sudah sulit untuk disembuhkan, bisa sembuh tapi kemungkinan sembuhnya kecil, jadi kita memberi penyadaran kepada masyarakat agar secara rutin melakukan pemeriksaan atau deteksi dini," ujarnya.

Ia mengatakan, tes IVA dan periksa payudara klinis bisa dilakukan di Puskesmas dengan biaya yang murah. Tapi tes Pap Smears tidak bisa dilakukan di Puskesmas, hanya Rumah Sakit (RS) yang memiliki laboratorium yang dapat melakukannya. Selain itu tes Pap Smears biayanya mahal sehingga tidak semua masyarakat dapat menjangkaunya.

Aisyiyah juga mengingatkan ibu-ibu untuk melakukan periksa payudara klinis secara rutin oleh diri sendiri. Namun banyak ibu-ibu yang tidak tahu cara melakukannya. "Sehingga kita dorong ibu-ibu untuk memeriksa atau tes IVA sekalian periksa payudara klinis oleh tenaga kesehatan, biayanya murah dan terjangkau," jelasnya.

Tri menyampaikan, bila melakukan deteksi dini ditemukan ada benjolan pada payudara dan gejala yang tidak wajar. Biasanya pasien disarankan untuk melakukan ultrasonography (USG) payudara atau mammografi. Tapi tidak semua orang bisa menjangkau layanan USG dan mammografi karena mahal.

"Jadi kita sarankan untuk periksa payudara klinis untuk deteksi dini karena hanya diraba dengan tangan untuk memeriksanya," jelasnya.

Pink Day 2019 di Kabupaten Bantaeng nanti rencananya akan dihadiri perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Bupati Bantaeng, RS dan Puskesmas setempat. Selain itu akan dihadiri kader Balai Sakinah Aisyiyah (BSA) yang dibentuk Aisyiyah dan program MAMPU. Pink Day di Bantaeng akan menjadi peringatan bulan peduli kanker payudara dan serviks keempat yang diselenggarakan Aisyiyah setiap Oktober.

Data Global Cancer Observatory 2018 dari World Health Organization (WHO) menginformasikan kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara. Yakni 58.256 kasus atau 16,7 persen dari total 348.809 kasus kanker. 70 persen pasien kanker terdeteksi pada stadium lanjut. Padahal ada 96 persen kemungkinan sembuh bagi penderita kanker payudara jika terdeteksi sejak dini.

Sementara, kanker serviks menjadi jenis kanker kedua yang paling banyak terjadi di Indonesia. Yakni sebanyak 32.469 kasus atau 9,3 persen dari total kasus. Berangkat dari data tersebut, Aisyiyah membantu masyarakat meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan, mendeteksi dini dan mencegah kanker payudara serta serviks.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA