Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

FEB UBSI Lakukan Kunjungan Studi ke Kementerian Keuangan

Rabu 16 Oct 2019 18:56 WIB

Red: Irwan Kelana

Perwakilan mahasiswa FEB UBSI dan pendamping berfoto bersama di depan Gedung Kementerian Keuangan RI.

Perwakilan mahasiswa FEB UBSI dan pendamping berfoto bersama di depan Gedung Kementerian Keuangan RI.

Foto: Dok UBSI
Kunjungan tersebut untuk menambah wawasan dan kompetensi mahasiswa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Studi (Prodi) Manajemen Pajak Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mengajak mahasiswa semester tiga melakukan kunjungan studi ke Kementerian Keuangan. 

Kunjungan studi yang diikuti sebanyak 88 mahasiswa dari UBSI Kampus Salemba 22, Dewi Sartika, dan Cengkareng ini dilaksanakan di Auditorium DJPPR Gedung Frans Seda Lantai 1, Kementrian Keuangan. yang berlokasi di Jalan Dr  Wahidin Nomor 1, Jakarta, Rabu (9/10).

Acara yang diawali dengan sambutan Rezha Sahhilny Amran selaku Kasubbag Edukasi Publik Sekretariat Jendral Biro Komunikasi dan Layanan Publik Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

“Kementerian Keuangan tugasnya sebagai penyusun APBN Dan APBD serta bertugas dalam melakukan fungsinya dalam membantu tugas dalam Kementerian Keuangan Republik Indonesia,” ujarnya kepada mahasiswa yang hadir seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (16/10).

Staf Prodi Manajemen Pajak, Seno Sudarmono Hadi yang mewakili Kepala Program Studi (Kaprodi) Manajemen Pajak, menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kunjungan mahasiswa. “Kunjungan ini sebagai salah satu agenda untuk menambah wawasan dan kompetensi mahasiswa mengenai perekonomian Indonesia yang terjadi saat ini,”  kata Seno.

photo
Suasana saat mahasiswa FEB UBSI mendengarkan pemaparan materi dari perwakilan kementerian keuangan.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Putri Rizki Yulianti. Ia menjabarkan prospek perekonomian pada tahun 2045 yang dimungkinkan tumbuh tinggi dan Indonesia sebagai lima besar negara ekonomi dunia nantinya.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dinilai dari pendapatan perkapita di antaranya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, konsumsi yang relatif stabil dan investasi yang meningkat,” pungkasnya.

Ia menambahkan, faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia yakni tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran yang menurun.

“Bidang perpajakan merupakan sumber pendapatan terbesar selain bidang lainnya. Karena itu,  diharapkan keterlibatan masyarakat terutama mahasiswa mampu memahami dan mempraktikkan fungsinya sebagai tenaga di bidang perpajakan setelah lulus nanti dan menempati dunia kerja. Hal yang sangat penting terutama  terkait ketaatan dalam membayar pajak. Diharapkan para mahasiswa kami nantinya setelah lulus dan bekerja dapat  mengedukasi masyarakat akan pentingnya membayar pajak. Sebab,  pajak sebagai sumber utama APBN di Indonesia,” beber Putri.

Lebih lanjut Seno mengungkapkan dengan adanya kunjungan  ini diharapkan mahasiswa mampu menambah wawasan dan kompetensinya di bidang perpajakan. “Kami juga berharap  acara ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan,” tuturnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA