Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Megawati Batal Isi Pidato Kebangsaan di UIN Suka

Rabu 16 Oct 2019 19:08 WIB

Rep: my27/ Red: Fernan Rahadi

UIN Sunan Kalijaga

UIN Sunan Kalijaga

Foto: Dokumen
Jasa Megawati dinilai sangat besar terhadap PTKIN

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan Pidato pengarahan  'Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa' dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di gedung Multipurpose, Rabu (16/10). Acara tersebut rencananya mendatangkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang juga selaku ketua badan Pengarah Badan Pengawas Ideologi Pancasila (BPIP). Akan tetapi, ternyata Megawati tidak bisa menghadiri acara tersebut. 

Rektor UIN Suka, Yudian Wahyudi, mengatakan Megawati batal hadir karena ada urusan di kabinet.  Ia pun mengatasnamakan lembaga kampus memohon maaf sebesar-besarnya.

"Padahal Ibu Megawati Soekarnoputri sudah berkomitmen untuk hadir, tetapi ternyata ada masalah lain yang tidak bisa ditinggalkan," ujar Yudian dalam pidatonya mengenai kebangsaan dan pengarahan ideologi Pancasila.

Ia mengungkapkan, salah satu alasan mengapa Megawati diundang di UIN Suka dikarenakan jasa Megawati sangat besar terhadap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), terutama dalam perubahan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) ke Universitas Islam Negeri (UIN).

Yudian melanjutkan, dalam peringatan HSN 2019 kita harus memupuk persatuan dalam bingkai kebangsaan. "Persatuan merupakan hal yang sangat  penting dan mahal," ujar Yudian.

Menurut dia, kita jangan sampai memandang rendah bangsa kita sendiri, karena bangsa Indonesia sejatinya bangsa yang sangat besar dan dalam sejarahnya lebih hebat daripada negara-negara besar di dunia.

“Pada waktu itu, bangsa kita runtuh karena tidak memiliki teknologi militer. Tetapi, kita juga merdeka karena kita tidak punya teknologi militer yang canggih. Untuk itu, saat ini penghormatan kita kepada para pejuang harus kita lakukan, maka harus dimaksimalkan dengan momentum hari santri nasional, " paparnya.

Yudian menambahkan prestasi bangsa Indonesia jauh lebih besar daripada bangsa yang lain. Pertama, Uni Soviet dahulu adalah bangsa besar. Tetapi saat ini terpecah-pecah menjadi beberapa negara bagian. Indonesia sebaliknya mampu mempersatukan negara-negara kecil menjadi bangsa yang besar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA