Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Kisruh di Penajam, Kapolda Imbau Warga Percaya Hukum

Kamis 17 Oct 2019 05:02 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Garis Polisi (ilustrasi)

Garis Polisi (ilustrasi)

Foto: Antara/Jafkhairi
Warga Penajam diimbau tenang dan tidak menyebarkan konten provokatif.

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Polisi Priyo Widyanto mengimbau masyarakat untuk tenang dan percaya hukum. Warga diimbau tidak menyebarluaskan gambar atau video yang dapat memperkeruh suasana di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Imbauan ini berkenaan dengan unjuk rasa sekelompok orang di Pelabuhan Ferry Penajam pada Rabu (16/10) siang. Unjuk rasa tersebut menuntut diberlakukannya denda adat kepada pelaku penikaman dalam perkelahian kelompok pemuda pada 9 Oktober lalu.

"Mohon juga percayakan proses penanganan permasalahan ini kepada kami penegak hukum," jelas Kapolda Priyo.

Pelaku penikaman sendiri sudah ditahan di Polres PPU. Seperti dijelaskan Kapolres PPU Ajun Komisaris Besar Polisi (AKPB) Sabil Umar, pelaku utama yang bernama Riki Zulfiar (18), seorang pengangguran warga Penajam ditangkap di Balikpapan kurang dari 24 jam setelah kejadian.

“Kami juga berhasil mengamankan barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk menusuk korban,” jelas Kapolres Sabil. Selain Riki, polisi juga mengamankan tiga rekannya atas kepemilikan senjata tajam.

Kapolda Priyo meminta masyarakat Penajam khususnya agar tenang dan sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. “Dan tidak melakukan upaya-upaya di luar koridor hukum, atau bahkan melanggar hukum,” tegas Kapolda.

Sebelumnya, kelompok pengunjuk rasa di Pelabuhan Ferry sempat merusak loket penjualan tiket perahu klotok dan speedboat yang berujung pada penghentian operasional pelabuhan.

Hal tersebut membuat Kapolres PPU AKBP Sabil Umar, bahkan juga Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra turun langsung menemui pengunjuk rasa. Mereka menawarkan dengar pendapat di Kantor Pemkab PPU, namun para pengunjuk rasa tidak sepakat.

Pada pukul 15.30, jumlah para pengunjuk rasa terus bertambah dan mulai melakukan aksi pembakaran. Loket tiket yang sudah dirusak tadi dibakar.

“Pada pukul 17.15 Wita Kapolda Kaltim tiba di lokasi dan langsung melakukan komando untuk mengendalikan situasi,” tutur Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana. Pada pukul 19.00 situasi sudah terkendali dan para pengunjuk rasa pun bubar.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA