Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

RSJ Solo Kedatangan Pasien Kecanduan Ponsel Hampir Tiap Hari

Jumat 18 Okt 2019 01:02 WIB

Red: Nur Aini

Hindari kebiasaan bermain dengan ponsel atau gawai ketika sudah bersiap tidur.

Hindari kebiasaan bermain dengan ponsel atau gawai ketika sudah bersiap tidur.

Foto: pexels
Jumlah pasien kecanduan ponsel di RSJD Solo semakin banyak.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Arif Zainudin Surakarta menerima semakin banyak pasien kecanduan telepon seluler (ponsel) seiring dengan makin tingginya ketergantungan terhadap fitur-fitur yang ditawarkan oleh perangkat komunikasi tersebut.

Baca Juga

"Sebetulnya mulai terasa banyak pasien kecanduan ponsel itu sejak tiga tahun lalu, tetapi belakangan ini makin marak terjadi," kata Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Anak Remaja RSJD Surakarta Aliyah Himawati di Solo, Kamis (17/10).

Jika sebelumnya rata-rata hanya sepekan sekali ada pasien yang masuk akibat kecanduan ponsel, ia mengatakan, saat ini hampir setiap hari ada pasien yang datang dengan kondisi tersebut.

"Sejak tahun ajaran baru hingga saat ini ada sekitar 35 anak remaja, dalam satu hari itu ada satu sampai dua anak yang berobat," katanya.

Ia mengatakan gangguan yang dialami oleh masing-masing pasien yang mengalami kecanduan ponsel tidak sama.

"Ada yang tidak menganggap keberadaan orang tuanya. Pasien ini menganggap dia turun dari langit. Isi pikirannya ada di game (permainan) yang ada di ponsel itu," katanya.

Bahkan, menurut dia, pasien dengan kecanduan game pada tingkat yang sudah parah sampai tidak mau makan dan sekolah, atau mau ke sekolah hanya karena ingin memanfaatkan fasilitas WiFi yang ada di sekolah untuk bermain game. Di antara pasien dengan kecanduan ponsel yang menjalani perawatan di RSJD Surakarta, menurut dia, ada beberapa yang harus menjalani rawat inap sekitar empat minggu baru sebelum diperbolehkan pulang.

Aliyah mengatakan bahwa penanganan pasien kecanduan ponsel dilakukan sesuai dengan gejalanya. Pada tahap awal, ia mengatakan, pasien harus lebih dulu mengakui bahwa dia mengalami kecanduan ponsel.

"Selanjutnya kami berikan obat atau disebut farmakoterapi karena kondisi kecanduan ini membuat cairan otak atau neurotransmitter tidak seimbang. Farmakoterapi ini yang paling cepat bisa menyeimbangkan," katanya.

Selain itu, ia mengatakan, pasien juga harus menjalani terapi perilaku.

"Kalau untuk pasien rawat jalan, kami lakukan evaluasi dua minggu sekali. Mereka kami beri kontrak kegiatan, seperti dalam satu hari mereka melakukan aktivitas apa saja dan kami beri aturan dalam satu hari boleh pegang ponsel maksimal hanya dua jam," katanya.

Sebagai langkah pencegahan kecanduan ponsel, ia menyarankan orang tua menghindarkan anak dari paparan ponsel pada usia dini. Hal itu mengingat saat ini banyak orang tua sudah mengenalkan ponsel sejak anak masih kecil.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA