Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Buka Festival Gemala, 500 Siswa SMP Menari Zapin

Jumat 18 Oct 2019 06:20 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani

Tari Zapin

Tari Zapin

Foto: Antara
Tari Zapin merupakan salah satu hasil dari kebudayaan Melayu Islam

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PINANG -- Sebanyak 500 siswa SMP seluruh Kota Tanjung Pinang menari zapin bersama-sama di halaman Gedung Daerah Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Kamis (17/10). Tarian zapin masal ini dilakukan dalam rangka membuka Festival Gemala di kepulauan tersebut.

Festival Gemala adalah festival kebudayaan yang berada dalam platform Indonesiana oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berbagai kegiatan berkaitan dengan kebudayaan Kepulauan Riau dilakukan dengan tujuan agar tetap lestari.

Platform Indonesiana juga mendorong agar festival kebudayaan di daerah dilakukan dengan kerja sama antara pemerintah daerah dan juga komunitas-komunitas budayawan. "Mengapa ada Indonesiana ini? Sebagai pemicu dan magnet bagaimana masyarakat Melayu menghidupkan kembali kebudayaan zapin dan gurindam dan seluruh jenis kebudayaan yang ada di Kepulauan Riau," kata Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud, Nadjamuddin Ramly, membuka kegiatan tersebut.

Nadjamuddin mengatakan, kebudayaan merupakan salah satu cara untuk menjaga masyarakat agar tetap harmoni. "Kebudayaan itu, kita bisa katakan mengobati penyakit kita untuk bahagia," kata Nadjamuddin menambahkan.

Sementara itu, Wali Kota Tanjung Pinang, Syahrul mengatakan tari zapin yang ditampilkan 500 siswa SMP tersebut merupakan salah satu hasil dari kebudayaan Melayu Islam. Ia menyebutkan, saat ini usia tari zapin sudah mencapai ratusan tahun sebagai tradisi khas Tanjung Pinang.

"Zapin ini adalah seni kebudayaan islami bahkan di Arab juga ada. Kita ini tanah Melayu, Melayu itu Islam," kata Syahrul.

Ia mengatakan, ke depan nilai kesenian dan budaya lokal harus dijaga. Sebab, hal tersebut dapat meningktakan harkat dan martabat seluruh masyarakat Indonesia sesuai dengan kebudayaannya masing-masing. Hingga saat ini, pembangunan peradaban manusia selalu identik dengan nilai-nilai tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA