Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Jokowi Minta Maaf Sering Telepon Menterinya Tengah Malam

Jumat 18 Oct 2019 16:54 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Andi Nur Aminah

Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersiap untuk berfoto bersama sebelum acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/19).

Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersiap untuk berfoto bersama sebelum acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/19).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Jokowi meminta maaf atas gangguan juga mengaku kerap memotong kompas koordinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar acara ramah tamah perpisahan dengan jajaran menteri Kabinet Kerja di Istana Negara, Jumat (18/10) siang. Dalam sambutan perpisahannya, Jokowi sempat meminta maaf kepada jajaran menterinya lantaran kerap menelpon saat tengah malam.

Baca Juga

Jokowi menyebut, sejumlah pejabat negara yang kerap ia 'ganggu' tengah malam seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. "Ya itulah gangguan-gangguan yang sering saya lakukan karena negara ini memerlukan kerja kita semuanya," ujar Jokowi di hadapan para menteri Kabinet Kerja.

Dalam sambutannya, Jokowi juga mengakui kerap memotong kompas alias menggunakan jalan pintas dalam melakukan koordinasi kebijakan. Misalnya, dalam beberapa kesempatan Jokowi lebih memilih langsung berkomunikasi dengan Komandan Korps Marinir Mayjen Suhartono dan KSAD Jenderal Andika Perkasa, ketimbang harus melalui Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Tak hanya itu, Jokowi juga mengaku memilih langsung memanggil direktur utama (dirut) perusahaan pelat merah tanpa harus melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

"Karena keperluannya sangat mendesak. Hal-hal seperti itu harus saya kerjakan. Informasi yang dibutuhkan, tengah malam, pagi subuh. Karena kita diberi tanggung jawab kelola 260 juta jiwa di negara kita," ujar Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA