Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Polisi: Oknum Dosen IPB Hanya Penyimpan Bom Molotov

Rabu 02 Oct 2019 09:46 WIB

Rep: ayobandung.com/ Red: ayobandung.com

 Bom molotov (ilustrasi)

Bom molotov (ilustrasi)

Polisi sebut oknum Dosen IPB hanya penyimpan bom molotov untuk lancarkan teror

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Oknum dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berinisial AB (44) bukan perencana aksi mahasiswa yang berujung kerusuhan dengan aparat keamanan. AB ditangkap karena perannya sebagai penyimpan bom molotov yang rencananya digunakan untuk melancarkan teror.

"Bukan, dosen IPB bukan yang merancang demo," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Polisi kemudian menggeledah rumah AB dan menemukan sejumlah bom molotov yang rencananya digunakan AB dan kelompoknya untuk menyusup dan menebar teror di kegiatan Mujahid 212 yang berlangsung Monas pada Minggu (29/9).

"Intinya itu bukan merancang demo ya. Jadi, dia menyimpan molotov ya," tutur Argo.

Selain AB, polisi mengamankan lima orang lainnya, yakni S (30), YF (50), A (43), SS (61) dan OS (42). Enam orang tersebut diamankan dari enam tempat berbeda di Jakarta, Bogor, dan Tangerang Kota.

Penangkapan para terduga pelaku itu dilakukan oleh Polda Metro Jaya dan Detasemen Khusus (Densus) 88. Kepala Biro Humas IPB Yatri Indah Kusumastuti menyebut, pihak kampus merasa terkejut dan sangat prihatin terhadap kabar tersebut.

Yatri menegaskan, apa yang dilakukan oleh yang bersangkutan tidak ada sangkut-pautnya dengan kampus IPB. Terhadap kasus tersebut, kataYatri, pihak kampus menghormati proses hukum yang berlaku.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA