Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Jika Purna Tugas, Menteri Jokowi Ini Ingin Menulis Novel

Sabtu 19 Okt 2019 02:15 WIB

Red: Nidia Zuraya

Presiden Joko Widodo (tengah) berjabat tangan dengan sejumlah menteri dalam acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Presiden Joko Widodo (tengah) berjabat tangan dengan sejumlah menteri dalam acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Jokowi menggelar silaturahim terakhir dengan para menteri Kabinet Kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar acara silaturahim terakhir dengan para menteri Kabinet Kerja. Dalam kesempatan tersebut dua pembantu Presiden mengungkap rencananya jika purna tugas kelak.

"Saya mau mengajar," ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono kepada media di halaman Istana Negara, Jakarta pada Jumat (18/10) terkait rencananya jika masa tugas sebagai menteri selesai.

Menurut Basuki, dirinya telah disekolahkan oleh negara hingga meraih gelar magister dan doktor di Colorado State University, Amerika Serikat. "Jadi saya harus bayar itu kembali dengan mengajar, di universitas dalam negeri saja," kata Basuki.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengungkap keinginannya menulis novel jika purna tugas sebagai menteri. "Saya mau nulis novel, novel percintaan. Serius," ujar Hanif.

Hanif mengaku dia tertantang menulis novel karena sudah pernah menulis cerpen dan buku, hingga menciptakan lagu.

Kendati demikian, kedua menteri itu menyatakan siap jika negara masih memanggil untuk berpartisipasi membangun bangsa. "Itu prerogatif Presiden ya. Ya kalau itu perintah, ya saya laksanakan," kata Basuki.

Sementara Hanif menjawab dirinya akan mengikuti arahan dari Presiden Jokowi. "Saya nggak mau berandai-andai, pokoknya hari ini saya berakhir. Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan terhadap diri saya 5 tahun terakhir.

"Selebihnya saya ikuti garis tangan dan sebagai anak buah, ya 'sami'na wa'atona', saya jalan saja," tutur Hanif.

Hanif menjelaskan dirinya beruntung karena soliditas Kabinet Kerja kuat sehingga membantu menyelesaikan persoalan bersama. "Wabilkhusus, menteri-menteri yang di elek yo band, wah enak banget," kata Hanif berkelakar.

Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla telah melakukan silaturahim bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja di istana. Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) memastikan jumlah menteri di kabinet barunya akan tetap sama dengan kabinet kerja yang segera mengakhiri masa tugasnya.

Dia memastikan akan ada di antara jajaran menteri Kabinet Kerja I yang masih dipertahankan untuk melanjutkan tugas-tugasnya di pemerintahan. Presiden meminta semua pihak untuk bersabar menanti pengumuman kabinet yang baru.







Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA