Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

'Rasanya Mandi Seperti Pakai Air Laut'

Sabtu 19 Oct 2019 04:14 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Teguh Firmansyah

Kemarau (ilustrasi).

Kemarau (ilustrasi).

Foto: Antara/Fauzan
Mandi dengan air asin menimbulkan rasa tak nyaman pada kulit.

REPUBLIKA.CO.ID,   Setiap musim kemarau, krisis air bersih telah menjadi langganan bagi sebagian warga di Blok Kuntul, Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.

Baca Juga

Hal itu terutama dirasakan warga yang belum memiliki layanan air ledeng di rumahnya sehingga menggantungkan sepenuhnya pemenuhan kebutuhan air bersih mereka dari sumur.

Namun, saat musim kemarau tiba, air di sumur mereka menyusut. Air yang keluar dari dasar sumur justru air asin. Maklum, wilayah mereka berbatasan langsung dengan pesisir laut.

Salah seorang warga setempat, Erah (32), mengatakan, air sumur yang asin itu terpaksa tetap digunakannya untuk mandi. Pasalnya, dia tidak memiliki sumber air yang lain. ''Rasanya seperti mandi pakai air laut, asin,'' keluh Erah, Jumat (18/10).

Mandi dengan air asin pastinya menimbulkan rasa tak nyaman pada kulit. Selain terasa gatal, kulit juga menjadi kering.

Sedangkan untuk kebutuhan minum dan masak, Erah membeli air bersih. Namun, pembelian air bersih itu memang juga dilakukannya di musim hujan karena di rumahnya selama ini tak terpasang layanan ledeng.

Hal senada diungkapkan juga oleh warga lainnya, Elina (25). Dia mengatakan, setiap musim kemarau, warga yang hanya mengandalkan air sumur selalu kesulitan karena air sumur menjadi asin. ''Mandi jadi susah. Terpaksa harus mandi pakai air sumur yang asin,'' tutur ibu beranak satu tersebut.

Sama seperti Erah, Elina pun selama ini harus membeli air bersih untuk kebutuhan masak dan minum. Air bersih itu dibelinya dari pedagang keliling dengan harga Rp 2.000 per jeriken.

Melihat kesulitan warga di blok tersebut, Polres Indramayu bekerja sama dengan Kodim 0616/Indramayu dan PDAM Indramayu menggelar bakti sosial penyaluran bantuan air bersih.

Erah, Elina dan ratusan warga lainnya pun menyambut antusias pendistribusian bantuan air bersih yang sangat mereka butuhkan. Karenanya, mereka bergegas mendatangi lokasi penyaluran air bersih sejak pagi hari.

Warga datang dengan membawa berbagai wadah penampungan air seperti ember dan jeriken. Mereka pun menunggu dengan sabar datangnya mobil tangki pembawa air bersih.

Ada dua mobil tangki air bersih yang datang ke Blok Kuntul. Setiap mobil tangki berkapasitas 4.000 liter. Air dari dalam tangki pun langsung berpindah ke wadah-wadah penampungan air milik warga. ''Senang sekali. Baru kali ini ada bantuan air yang datang ke sini. Apalagi kita bisa mendapat bantuan air bersih dengan jumlah yang cukup banyak,'' kata Elina.

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki, menjelaskan, selain di Blok Kuntul, penyaluran bantuan air bersih juga disebar ke dua titik lokasi lainnya di Kecamatan Patrol. ''Ada lima mobil tangki air yang diturunkan ke tiga titik lokasi,'' kata Yoris.

Yoris menyatakan, ada sekitar 450 warga di tiga titik itu yang menerima bantuan tersebut. Selain pemberian bantuan air bersih, dalam kegiatan bakti sosial itu juga diadakan pembagian bantuan paket sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Untuk pemeriksaan kesehatan gratis itu, dilakukan melalui kerja sama dengan RS Bhayangkara Indramayu. ''Kami ingin membantu meringankan beban masyarakat,'' tukas Yoris, saat datang langsung ke lokasi bakti sosial di Blok Kuntul.

Sementara itu, tak hanya penyaluran bantuan air bersih, pembagian paket sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis juga ramai diserbu warga. Warga merasa terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

Hal itu salah satunya disampaikan oleh warga setempat, Nur (20). Wanita muda tersebut datang untuk memeriksa kehamilannya. ''Senang sekali bisa memperoleh pemeriksaan kesehatan secara gratis,'' ujar Nur.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA