Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Golkar Ingin Kembali Duduki Kursi Mensos

Sabtu 19 Oct 2019 09:32 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andi Nur Aminah

Ace Hasan Syadzily

Ace Hasan Syadzily

Foto: Republika/Wihdan
Kader Golkar yang mengemban tanggung jawab sebagai mensos telah bekerja maksimal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Bidang Penggalangan Opini dan Media DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa partainya ingin kembali menempati posisi Menteri Sosial (Mensos). Menurutnya, kader Partai Golkar yang mengemban tanggung jawab tersebut telah bekerja maksimal dalam kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Baca Juga

"Kami yakin Pak Jokowi akan obyektif untuk menilai, selama ini Kementerian Sosial dipegang kader Partai Golkar telah bekerja maksimal untuk mewujudkan program-program Pak Jokowi," ujar Ace saat dikonfirmasi, Sabtu (19/10).

Ia meyakini, Jokowi telah memiliki nama-nama yang pantas mengisi kabinetnya nanti. Sebab, merekalah yang akan membantu merealisasikan program Jokowi-Ma'ruf Amin untuk lima tahun ke depan."Beliau tentu tahu mengetahui mana figur-figur yang memiliki kompetensi, intergritas, kemampuan manajerial dan bertindak cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan," ujar Ace.

Partai Golkar pun siap menugaskan kadernya dalam kabinet. Jika nama tersebut memang sesuai dengan kriteria yang dicari oleh Jokowi. "Kami yakin Pak Jokowi tahu bidang atau kementerian yang paling tepat ditugaskan kepada kader-kader Partai Golkar," ujar Ace.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan, masih akan ada muka-muka lama yang menduduki jabatan menteri dalam kabinet kerja jilid II. Namun banyak juga menteri muka baru. "Ya adalah, (menteri) yang lama ada, (menteri) yang baru banyak," ujar Jokowi.

Presiden Jokowi mengungkap komposisi menteri di periode kedua kepemimpinannya 55-45. Artinya, akan ada 55 persen menteri dari kalangan profesional. Selain itu, Presiden Jokowi juga sempat berbicara soal calon menterinya yang akan diisi kalangan generasi muda, bahkan yang berusia di bawah 30 tahun.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA