Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Pengamat Nilai Gerindra Hampir Pasti Gabung Koalisi Jokowi

Sabtu 19 Oct 2019 10:21 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andi Nur Aminah

Suasana pertemuan Jokowi dan Prabowo pascapilpres di stasiun MRT, Jakarta

Suasana pertemuan Jokowi dan Prabowo pascapilpres di stasiun MRT, Jakarta

Foto: BPMI
Manuver politik yang dilakukan oleh Prabowo menjadi salah satu alasannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peniliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai Partai Gerindra hampir pasti bergabung dengan koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hal itu disampaikan dengan melihat manuver politik yang dilakukan oleh Prabowo Subianto.

Baca Juga

"Kalau Gerindra hampir pasti, yang kelihatan paling nyata melakukan lobi-lobi atau pertemuan adalah Gerindra, Pak Prabowo terlihat sangat aktif dalam melakukan pertemuan ke koalisi (Jokowi)," ujar Lucius di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10).

Lobi-lobi politik yang dilakukan Partai Gerindra dinilainya lebih aktif, ketimbang Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Partai itu sempat menyatakan diri ingin bergabung dengan koalisi Jokowi.

"Tapi tiga partai ini hanya sampai tahap hampir pasti saja, yang kelihatan paling nyata melakukan lobi-lobi politik atau pertemuan adalah Gerindra," ujar Lucius.

Ia pun mengaku penasaran dengan hasil pertemuan antara Prabowo dengan pimpinan partai koalisi Jokowi. Sebab, ia yakin bahwa pertemuan tersebut membahas soal kabinet untuk lima tahun ke depan.
"Yang menerik adalah hasil pertemuan elite-elite politik khususnya dari koalisi, saya kira dengan demikian komposisi kabinet akan sangat menarik diketahui. Soal kerja sama itu baik," ujar Lucius.

Namun, ia berharap Partai Gerindra tetap berada di luar kabinet. Karena, pemerintah membutuhkan oposisi yang mengawasi dan mengkrtitisi kinerja pemerintah. "Untuk mutu demokrasi itu yang jadi pertanyaan, bagaimanapun kekuasaan yang tidak dilengkapi alat kontrol itu tidak baik. Dan kecenderungan itu bisa terjadi dengan situasi sekarang yang mulai terjadi," ujar Lucius.

Diketahui, Presiden Joko Widodo memberikan sinyal soal menteri kabinet jilid II melalui postingan di akun //Instagram pribadinya. Jokowi memposting foto gagang telepon menggantung dengan tulisan "Sabar! Sebentar lagi...".

Dalam postingan tersebut Jokowi mengakui telah menerima beberapa versi 'bocoran' nama-nama menteri kabinet jilid II. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun telah membacanya dengan antusias.
"Saya telah menerima beberapa versi "bocoran" nama-nama menteri kabinet untuk pemerintahan periode 2019-2024. Saya sendiri membacanya dengan antusias kalau-kalau itu benar adalah bocoran," tulis akun @Jokowi.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA