Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Depok Gelar Gerimis Telur untuk Tingkatkan Gizi Anak

Ahad 20 Oct 2019 14:00 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Endro Yuwanto

Ilustrasi telur

Ilustrasi telur

Kampanye ini berkaitan pentingnya telur dan susu dalam mendukung tumbuh kembang anak.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok menyelenggarakan kegiatan Gerakan Intensif Minum Susu dan Makan Telur (Gerimis Telur). Acara untuk meningkatkan gizi anak-anak tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian Hari Pangan Sedunia.

"Gerimis Telur merupakan program dari DKPPP. Melalui acara ini, kami mengajak anak-anak untuk lebih sering mengonsumsi telur dan susu," ujar Kepala DKPPP Diah Sadiah di Balai Kota Depok, Jumat (18/10).

Diah mengatakan, kampanye ini berkaitan dengan pentingnya manfaat telur dan susu dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak. Sebab, susu memiliki banyak manfaat, di antaranya mencegah osteoporosis, mencegah kerusakan gigi, dan mencegah diabetes.

Adapun manfaat telur di antaranya untuk kesehatan dan perkembangan otak, kesehatan mata, serta kesehatan tulang. Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, selain memberikan pemahaman tentang makanan sehat melalui dongeng, pihaknya juga memberikan paket Gerimis Telur kepada anak-anak.

Paket tersebut berisi nasi kotak, telur, susu, botol minum, dan suvenir berupa kipas. "Mudah-mudahan generasi yang akan datang, generasi Kota Depok menjadi anak yang sehat, cerdas, dan tangkas," harap Diah.

Sementara itu, Bunda Literasi Kota Depok, Elly Farida mengajak anak-anak dan orang tua meningkatkan pemahaman tentang makanan sehat melalui dongeng. Hal tersebut guna menekan bertambahnya kasus pertumbuhan telat (stunting) pada anak-anak.

"Anak-anak harus mulai diberikan satu pencerdasan tentang masalah makanan," kata Elly usai mengisi acara Gerimis Telur di SDN Kabayunan, Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Kamis (17/10).

Elly menambahkan, stunting merupakan akibat kurangnya perhatian orang tua dan anak-anak terhadap masalah makanan, serta pemberian ASI hingga makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi terkait masalah pangan tersebut. Salah satunya melalui dongeng.

"Biasanya anak-anak kalau dengan penyuluhan, sepertinya mereka terlalu berat. Maka, dengan dongeng ini mereka bisa ikut larut dalam ceritanya dan seakan-akan mereka ikut masuk di dalam cerita," jelas Elly.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA