Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Ridwan Kamil Pastikan tak Dihubungi Jokowi Terkait Menteri

Ahad 20 Okt 2019 15:55 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Gita Amanda

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Emil akan fokus mengurus Jawa Barat tanpa memikirkan jabatan menteri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil turut hadir dalam pelantikan periode kedua Presiden RI Joko Widodo di Gedung Rapat Paripurna MPR RI, Ahad (20/10). Ia mengaku dirinya tak dihubungi Jokowi untuk duduk di kabinetnya.

"Tidak, tidak. Saya kira kekuasan itu sama saja. Apa bedanya menteri gubernur, kan sama-sama ngurus rakyat. Cuma beda judul aja, kan gitu ya," ujar Ridwan saat menghadiri pelantikan Jokowi.

Ridwan menilai, menjadi Gubernur Jawa Barat memiliki tugas yang juga berat. Ia mengatakan, akan fokus mengurus Jawa Barat tanpa memikirkan jabatan menteri.

"Jadi bagi saya pribadi, saya fokus ngurus 50 juta orang, rumit,dinamik, dan menurut saya, saya latihan multidimensi ada di level Gubernur. Mungkin belum saatnya (jadi menteri) kalaupun iya," ujar pria yang kerap disapa Kang Emil itu.

Terkait pelantikan Jokowi sendiri, Ridwan berharap, agar Jokowi memperbaiki kekurangan yang terjadi pada periode berikutnya. Ia juga meminta masyarakat untuk tak lagi memikirkan Pemilu 2019, yang. "Kalau pemimpin sudah dilantik, dan terpilih, mau dicoblos atau tidak, maka kita dukung. Karena beliau adalah nahkoda hidup kita lima tahun," ujar Ridwan.

Ridwan juga menyampaikan harapannya soal pertumbuhan ekonomi yang melompat. Terkait sosial dan politik, Ridwan mengharapkan adanya peredaman gejolak.

Untuk provinsi Jawa Barat, Ridwan menyampaikan harapan pribadinya. Ia berharap, di pemerintahan periode kedua Jokowi, terjadi pemekaran daerah tingkat dua. Ia mengatakan, selama ini, ia hanya Pemprov Jawa Barat kurang bisa mengurus penuh 50 juta penduduknya.

"Penduduknya terlalu banyak hampir 50 juta, kurang ke urus secara daerah yang cuma 27. Makanya suka ada dinamika Bekasi pengen ini, Bogor pengen itu sebenarnya karena wilayahnya terlalu luas. Harapannya mudah-mudahan pak Jokowi bisa mengakomodir," kata dia.

Ridwan juga meminta Jokowi memperhatikan keadilan fiskal. Ia berpandangan fiskal Jawa Barat harusnya sesuai dengan jumlah penduduk."Kalo penduduknya besar, bantuan fiskalnya juga harusnya besar. Sekarang masih belum lah ya," ujar dia menambahkan.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA