Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Haedar Nashir Berharap JK Tetap Jadi Bapak Bangsa dan Negara

Ahad 20 Oct 2019 18:26 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Gita Amanda

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir.

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
JK telah menggoreskan jejak prestasi dan kontribusi terbaik untuk Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) periode 2014-2019, dan periode sebelumnya. Ia berharap JK tetap menjadi bapak bangsa dan negarawan.

"Terima kasih bapak Jusuf Kalla, wapres dua periode. Pak JK telah menggoreskan jejak prestasi dan kontribusi terbaik untuk Indonesia. Kita berharap bapak tetap menjadi bapak bangsa dan negarawan bagi semua. Pengabdian Pak JK akan dikenang indah sepanjang hayat bangsa," cicit Haedar melalui akun Twitter miliknya, Ahad (20/10).

Baca Juga


Sebelumnya ia juga mengucapkan selamat kepada pasangan Joko Widodo-Maruf Amin (Jokowi-Maruf) yang dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada Ahad.

"Muhammadiyah menyampaikan selamat menjalankan amanah dan menjadi pemerintah untuk seluruh rakyat Indonesia, bukan untuk satu golongan, bukan untuk satu kelompok, dan rengkuhlah semua kekuatan masyarakat," kata dia.

Haedar menyampaikan ucapan tersebut kepada wartawan usai acara "Konsolidasi Persyarikatan-Pidato Kebangsaan Muhammadiyah untuk Bangsa, UMP untuk Indonesia" di Aula A.K. Anshori, Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada Sabtu (19/20). Ia juga meminta masyarakat untuk legawa, baik melalui kritikan maupun memberikan dukungan, harus tetap dalam proporsi satu keluarga besar Indonesia.

"Jangan ada perbedaan-perbedaan politik yang membuat Indonesia malah menjadi kehilangan kesempatan untuk produktif. Tetapi tentu pemerintah juga harus mau mendengar aspirasi masyarakat sehingga selalu ada perbaikan-perbaikan," ucap Haedar.

Adapun pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 digelar Ahad di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, pada pukul 14.30 WIB. Prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), yang kemudian membuka sidang paripurna MPR.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA