Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Tasyakuran Kebangsaan di Surabaya: Doa Bersama hingga Gunungan

Ahad 20 Okt 2019 22:17 WIB

Rep: jatimnow.com/ Red: jatimnow.com

.

.

Relawan Jokowi-Ma'ruf Kota Surabaya membuat gunungan sebagai rasa syukur.

jatimnow.com - Sejumlah orang yang tergabung dalam relawan Jokowi-Ma'ruf Kota Surabaya membuat gunungan dan dipajang di depan Gedung DPRD Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Minggu (20/10/2019) sore.

Gunungan itu disebut sebagai tasyakuran atas dilantiknya Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Tasyakuran itu bertajuk 'Tasyakuran Kebangsaan, Grebeg Suroboyo Jogo Nuswantoro'.

Selain memajang gunungan berisi sayur mayur, buah buahan dan hasil bumi, relawan Jokowi-Ma'ruf juga berdoa bersama. Acara ini kemudian ditutup dengan pertunjukan musik rakyat.

Ketua Panitia Ermawan Wibisono mengatakan, tasyakuran kebangsaan ini bentuk apresiasi atas pelantikan Jokowi-Ma'ruf yang selama ini diperjuangkan oleh seluruh relawan di Surabaya. Dia menegaskan, para relawan tidak akan berhenti mengawal Jokowi-Ma'ruf, apapun bentuknya.

"Kita juga siap menjaga persatuan bangsa. Menghadang ideologi berbahaya yang memecah belah bangsa," tegas Ermawan.

Ermawan juga menyampaikan terima kasih kepada TNI-Polri yang telah bertugas menjaga keamanan mulai dari Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 hingga berakhirnya pelantikan.

Sementara itu, Tjuk Sukiadi salah satu tokoh Surabaya juga meminta para relawan terus mengawal pemerintahan Jokowi-Ma'ruf untuk menegakkan Pancasila. Para relawan harus aktif terutama terhadap ancaman beberapa kelompok yang berusaha mengubah ideologi bangsa.

"Kita sebagai relawan harus terus mengawal pemerintahan ini. Misalnya ada menteri yang tidak mengamalkan Pancasila, kita siap ganyang, karena Indonesia itu bisa tercapai jika kita mengamalkan Pancasila. Dan menjadi relawan itu tidak rugi apa-apa, karena relawan itu sesungguhnya untuk kemaslahatan rakyat," paparnya.

"Indonesia subur dan makmur dengan hasil perkebunan melimpah. Kami mensyukuri negeri ini, kami ingin persatuan dan kesatuan terua terjaga," sambung Kusnan, salah satu koordinator acara.

Setelah acara, para peserta yang hadir kemudian saling berebut gunungan setinggi tujuh meter.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan jatimnow.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab jatimnow.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA