Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

KLHK Ungkap Luas Lahan Terbakar Dekati 1 Juta Hektare

Senin 21 Okt 2019 14:24 WIB

Red: Nur Aini

Kebakaran lahan. (ilustrasi)

Kebakaran lahan. (ilustrasi)

Foto: PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC)
Kenaikan luasan hutan dan lahan gambut yang terbakar sampai 160 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan total seluas 857.756 hektare hutan dan lahan gambut terbakar dalam periode Januari sampai dengan akhir September 2019.

Baca Juga

"Kurang lebih kenaikannya 160 persen dibandingkan bulan lalu. Pada Agustus itu luasan yang terbakar 328.724 hektare," kata Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHKRaffles Panjaitan dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung KLHK, Jakarta, Senin (21/10).

Menurut data KLHK, dari 857.756 ha total luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sampai 30 September 2019 sekitar 630.451 ha adalah lahan mineral, sementara di lahan gambut sebesar 227.304 ha. Ia menambahkan terjadi kenaikan drastis dari Agustus 2019, dengan total 328.724 ha lahan yang habis terbakar dilalap api, sekitar 239.161 ha adalah lahan mineral dan 89.563 ha adalah lahan gambut.

Menurut dia, kenaikan lahan terbakar seluas 529.032 ha itu terjadi karena beberapa faktor, termasuk faktor cuaca dan iklim yang membuat lahan lebih mudah terbakar.

"Masih ada El Nino, kemudian juga ada pergerakan arus panas dari Australia ke Asia, termasuk ke Indonesia. Kemudian penumpukan bahan baku yang sudah lama dan masyarakat masih menggunakan pola-pola lama membersihkan lahannya menggunakan api," katanya.

Dia menegaskan upaya pemadaman terus dilakukan sampai saat ini dan kemungkinan jika hujan mulai mengguyur maka titik panas dan luas lahan yang terbakar akan mengalami penurunan dalam beberapa bulan ke depan.

Untuk kondisi pemadaman saat ini, kata dia, pihak-pihak terkait sendiri sudah berusaha melakukan pemadaman, di mana sejauh ini sudah menurunkan sekitar 389 juta liter air dalam upaya pemadaman. Hasilnya pada titik di daerah rawan mengalami penurunan meski belum berhasil memadamkan semua titik-titik api.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA