Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Abon Kelapa Purbalingga Raih UKM Pangan Award 2019

Senin 21 Okt 2019 17:08 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Esthi Maharani

Kelapa

Kelapa

Serundeng di rebranding menjadi abon kelapa agar lebih menarik

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Abon kelapa asal Purbalingga meraih gelar juara I dalam ajang UKM Award yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan. Penghargaan diserahkan di Jakarta oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, akhir pekan kemarin.

Abon kelapa Purbalingga yang memperoleh penghargaan Juara I, merupakan produk dari UKM CV Abon Cap Koki. Pendiri UKM CV Cap Koko, Novi Kurnia Setiawati, menjelaskan dalam ajang UKM Pangan Award tersebut, ada tiga kategori yang dilombakan. Ketiga kategori lomba, terdiri dari kategori produk bumbu, kategori kemasan siap saji, dan kategori minuman dalam kemasan.

''Abon kelapa Cap Koki meraih Juara I UKM Pangan Award, untuk kategori makanan dalam kemasan,'' jelasnya, Senin (21/10).

Untuk kategori produk makanan dalam kemasan, Novi menyebutkan, ada 540 produk yang dikirimkan peserta lomba dari seluruh Indonesia. Pada seleksi tahap awal, dari jumlah produk tersebut hanya 451 produk yang memenuhi syarat mengikuti lomba.

''Pada tahapan selanjutnya menjadi 139, kemudian disaring lagi menjadi 55 produk, hingga kemudian menjadi 10 besar,'' katanya. Dari 10 besar produk yang terpilih tersebut, produk Abon Kelapa kembali berhasil meraih Juara 1.

Novi menyebutkan, bagi orang Jawa, makanan abon kelapa sebenarnya bukan makanan yang asing. Abon kelapa ini, juga dikenal dengan nama serundeng. ''Bila dipasarkan dengan nama serundeng, masyarakat tentu tidak akan terlalu tertarik. Namun melakukan rebranding serundeng menjadi abon kelapa, produk ini menjadi lebih menarik dan bisa bersanding dengan abon sapi di etalase,'' jelasnya.

Tentu, kata Novi, rebranding ini juga harus diikuti dengan perubahan konsep dalam keseluruhan produknya. Produk serundeng kelapa yang dibuat harus lebih lezat, kemasan harus lebih modern, dan produk harus bisa bertahan lama,'' katanya.

Prinsipnya, kata Novi, sesederhana apapun jenis makanan, seorang pengusaha yang bergelut di bidang makanan, harus mampu mengeluarkan inner beauty produk makanan yang akan dipasarkannya.

''Jangan pernah menyerah untuk terus berusaha menjadi lebih baik lagi,'' katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA