Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tersangka Kasus Kerusuhan Wamena Bertambah Jadi 19 Orang

Selasa 22 Okt 2019 00:03 WIB

Red: Andri Saubani

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) menyalami anggota TNI di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (14/10/2019).

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) menyalami anggota TNI di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (14/10/2019).

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Dua tersangka masuk daftar pencarian orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw mengatakan, tersangka kasus kerusuhan di Wamena bertambah menjadi 19 orang. Dua di antaranya masuk dalam daftar pencaharian orang (DPO), yakni YA (44th) dan HW yang berstatus mahasiswa.

Sedangkan 17 orang yang sudah ditahan di Mapolres Jayawijaya di Wamena yaitu DM (18 th), RW (18 th), REA (16 th), AMU (16 th), DJ (34 th), AK (21 th), SK (40 th), YP (20 th), ES (27 th), NT (24 th), LE (20 th), PP (19 th), TTI (19 th), YW (21 th), IK (18 th) dan NW (35 th), kata Irjen Pol Waterpauw kepada Antara di Jayapura, Senin malam. Dari 19 orang yang menjadi tersangka kerusuhan di Wamena, delapan di antaranya berstatus mahasiswa tercatat delapan orang, dua pelajar dan satu ASN.

Adapun pasal yang disangkakan terhadap para tersangka diantaranya pasal 170 KUHP, pasal 160 KUHP, dan pasal 187 KUHP serta pasal 351 KUHP. Tersangka kasus kerusuhan di Wamena kemungkinan akan bertambah sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik, kata Waterpauw. Ketika ditanya tentang kondisi Wamena, Kapolda Papua mengatakan, makin kondusif dan aktivitas masyarakat kembali normal.

Walaupun demikian masih ada masyarakat yang mengungsi akibat tidak lagi memiliki rumah karena musnah dibakar saat kerusuhan berlangsung. Masih sekitar 500 an orang yang mengungsi di sejumlah lokasi termasuk tempat ibadah dan instalasi militer dan menunggu bantuan pembangunan rumah sementara, kata Irjen Pol Waterpauw.

Kerusuhan di Wamena yang terjadi 23 September menyebabkan 33 orang meninggal, 76 orang luka-luka. Sekitar 1.000 rumah serta kendaraan dibakar dan dirusak para perusuh.


Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA