Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Khofifah Pastikan Kebutuhan Dasar Pengungsi Terpenuhi

Senin 21 Oct 2019 22:46 WIB

Red: Ratna Puspita

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengunjungi posko pengungsian warga terdampak bencana angin di Balai Desa Punten, Bumiaji, Kota Batu, Senin (21/10).

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengunjungi posko pengungsian warga terdampak bencana angin di Balai Desa Punten, Bumiaji, Kota Batu, Senin (21/10).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Tiga kebutuhan dasar, yakni pendidikan, kesehatan, dan layanan ibadah.

REPUBLIKA.CO.ID, kota batu -- Gubernur jawa timur khofifah indar parawansa memastikan kebutuhan dasar ribuan pengungsi korban angin kencang di Kota Batu terpenuhi. Khofifah mengatakan, dirinya telah memastikan tiga kebutuhan dasar para pengungsi tersebut bisa dipenuhi oleh Pemerintah Kota Batu.

Baca Juga

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memberikan bantuan berupa pakaian, makanan, alas tidur, dan lainnya. "Saya sudah menanyakan ke Wali Kota Batu, pertama, pastikan bahwa tiga infrastruktur dasar bagi masyarakat terpenuhi, pendidikan, kesehatan, dan layanan ibadah," kata Khofifahusai menemui para pengungsi di kantor Balai Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Senin (21/10).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, tiga desa yakni Desa Sumber Brantas, Desa Gunungsari, dan Desa Sumbergondo, terdampak bencana angin kencang yang terjadi sejak Sabtu (19/10). Kejadian tersebut memaksa ribuan warga mengungsi untuk alasan keamanan. Tercatat ada kurang lebih ada sebanyak 1.182 pengungsi dan satu orang meninggal dunia akibat bencana angin kencang yang menerjang Desa Sumber Brantas.

Khofifah menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima dari Pemerintah Kota Batu, kebutuhan tempat ibadah dan kesehatan seperti puskesmas dinyatakan dalam keadaan baik dan bisa dipergunakan oleh para pengungsi. Sementara untuk sekolah, lanjut Khofifah, ada satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terdampak, dan membutuhkan pembenahan secepatnya. Bagi para siswanya, bisa diliburkan atau belajar di luar kelas.

"Dalam waktu satu minggu ini, anak-anak diliburkan atau belajar di luar kelas. Setelah itu, kita berharap ada semacam tempat untuk sekolah darurat, supaya anak-anak itu tidak terlalu lama libur," kata Khofifah.

Sementara untuk bantuan makanan, minuman, dan lainnya, berdasarkan pantauan, di Balai Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu cukup melimpah. Masyarakat Malang Raya tidak sedikit yang menyumbang bahan makanan atau keperluan lain para pengungsi.

"Kebersamaan dan solidaritas Malang Raya sangat luar biasa. Saya sampaikan terima kasih bahwa masyarakat Malang Raya sudah memberikan solidaritas yang baik," tutup Khofifah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA