Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Khofifah Instruksikan Mengheningkan Cipta di Hari Santri

Selasa 22 Oct 2019 00:55 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Hening cipta dilakukan pukul 08.00 WIB selama 60 detik.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan ke masyarakat setempat agar mengheningkan cipta selama 60 detik pada Selasa (22/10). Hening cipta dilakukan pukul 08.00 WIB sampai selesai, dalam rangka memperingati Hari Santri.

Baca Juga

"Mari mengheningkan cipta dan doa bersama untuk para syuhada dan pahlawan yang telah gugur berjuang mempertahankan kemerdekaan RI," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Senin.

Instruksi tersebut juga tertuang pada Surat Edaran Nomor : 003.3/78/033/2019 tentang Hari Santri di Provinsi Jawa Timur yang diterbitkan pada 18 Oktober 2019. Surat edaran sudah disebarkan ke jajaran Forkopimda Jatim, Bupati/ Wali Kota se-Jatim, kepala OPD Jatim, kepala kanwil, Dirut BUMN/BUMD, pimpinan perusahaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi masyarakat dan segenap warga Jatim.

Pada surat edaran tersebut dicantumkan bahwa mengheningkan cipta serentak dilakukan pada Selasa pagi, sekaligus diharapkan memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa. Doa bersama, kata dia, digelar di pesantren dilaksanakan bertepatan dengan diumumkannya fatwa resolusi jihad oleh KH Hasyim Asyari yang menyerukan kepada masyarakat bahwa mempertahankan kemerdekaan bangsa merupakan fardhu ain (wajib bagi setiap individu).

"Mengheningkan cipta dilakukan seretak di sekolah, kantor-kantor pemerintahan, kantor swasta, pasar dan seluruh tempat yang ada di Jatim, termasuk pondok pesantren dan juga tempat pendidikan," ucapnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menginginkan Hari Santri tidak hanya diperingati oleh para santri, tapi seluruh masyarakat dengan cara berdoa untuk para syuhada yang ikut berjuang mempertahankan NKRI. "Semoga seluruh masyarakat bisa memaknai Hari Santri sebagai momen memperkuat jiwa juang dan kepahlawanan disertai doa untuk syuhada, pahlawan dan keselamatan bangsa," katanya.

Sesuai Kepres Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri telah ditetapkan pada setiap 22 Oktober sebagai Hari Santri.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA